Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Ular Cobra Tersebar, Ini Penjelasan Ilmiah


Peristiwa

Ular Cobra Tersebar, Ini Penjelasan Ilmiah

Jumat, 20 Desember 2019 11:33 WIB
IMG
Anakan ular Cobra

Rayapos | Jakarta - Kemunculan ular Cobra di mana-mana, bukan teror. Koordinator Komunitas Taman Belajar Ular, Igor Sonagar, menjelaskan ilmiah.

Menurutnya, itu karena musim kemarau yang panjang. Terkait dengan siklus hidup Cobra.

“Biasanya, September itu sudah mulai hujan. Otomatis si telur ini sudah membusuk duluan," kata Igor kepada wartawan, Kamis (19/12/2019).

Artinya, pada kondisi siklus hujan-kemarau normal, telur ular Cobra membusuk akibat genangan air.

"Tapi, karena ini kemarau panjang, Desember kita hujan jadi ular menetas sempurna,” katanya.

Bulan Desember merupakan masa-masa bagi telur kobra menetas.

Sedangkan, biasanya, telur kobra tidak semuanya bisa menetas sempurna. Akibat  diguyur hujan terus-terusan.

Igor menilai, fenomena ini merupakan hal baru.

Selain itu, berkurangnya populasi predator ular kobra menjadi faktor tambahan meningkatnya temuan pada akhir tahun 2019.

“Kejadian ini baru sekarang aja terjadi. Kalau tahun lalu tidak sebanyak ini dan ternyata rata di Kalimantan pun sama,” ucapnya.

Igor juga mengungkapkan pada bulan Desember, komunitasnya mendapat laporan 82 kasus temuan ular yang mayoritasnya ular kobra dan berasal dari sekitar Jabodetabek.

“Desember ini musimnya baby kobra menetas,” kata Igor.

Diberitakan sebelumnya, petugas sekuriti di Museum Basoeki Abdullah, Imron mengaku, sempat mengira anak ular tanah yang ditemukan pada toilet museum itu adalah cacing.

Ia mengatakan, kejadian bermula saat teman sekerjanya yang bernama Asep sedang menggunakan toilet.

Tak disangka, saat sedang berada di dalam toilet, anak ular itu pun bergerak seiring air yang menyirami lantai toilet.

"Awalnya nggak tahu kalau itu ular, disangkanya cacing. Pas siram toilet, ularnya itu ada di pojokan dekat toilet. Ular bergerak dengar suara air," kata Imron saat dikonfirmasi, Kamis (19/12/2019).

Lantas temuan tersebut membuat Asep terkejut dan berteriak keluar kepada rekannya.

Soalnya warga banyak dihebohkan dengan maraknya kemuncuran ular kobra.

Imron yang sedang bertugas bersamanya kemudian membantu proses evakuasi anak ular tersebut menggunakan tongkat.

"Langsung saya evakuasi pakai tongkat, saya tangkap, langsung saya masukkan ke botol," jelasnya.

Adanya temuan anak ular tanah itu lantas membuat pihak Museum Basoeki Abdullah melaporkan insiden ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Menurut Koordinator TU Museum Basoeki Abdullah, Hari, hal itu bertujuan untuk mengecek apakah masih terdapat ular lainnya di dalam museum.

"Ternyata tidak menemukan apa-apa lagi. Sudah dicek sampai ke tempat-tempat yang lembab tidak ada," ujarnya.

Adapun anak ular yang diperkirakan berjenis sanca batik itu sudah dibawa oleh petugas Damkar.

Sebelumnya, diberitakan ada sebanyak lima butir telur kobra ditemukan di Spring Garden Residence, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Rabu (18/12/2019) sore.

Telur ular kobra itu ditemukan ketika Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran, Kota Bekasi melakukan penyisiran.

"Hari ini, kita ada tujuh titik permintaan evakuasi ular kobra. Nah telur kobra itu ditemukan di lokasi keenam di Jatimurni, saat lagi penyisiran," ujar Ketua Tim Rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Budi kepada Warta Kota, Rabu (18/12/2019).

Eko menerangkan, ular kobra itu ditemukan di area lahan kosong yang tertutup semak-semak.

"Ada di area lahan kosong perumahan, saat dicek ternyata kondisi telur itu dalam keadaan busuk."

"Jadi, dipastikan tidak akan bisa menetaskan anak ular kobra," jelas Eko.

Tim Rescue juga telah melakukan penyisiran di lokasi penemuan telur kobra itu. Sebab, kemungkinan besar ada induk kobra di area tersebut.

"Tapi, dalam dua jam penyisiran tidak ditemukan keberadaan ular kobra itu," ucap Eko.

Eko menambahkan telur ular kobra itu dibawanya untuk nantinya dimusnahkan.

"Telurnya kita bawa untuk nanti dimusnahkan. Karena kan memang busuk juga ya," kata Eko.

Eko menambahkan hari ini pihaknya mendapatkan tujuh permintaan evakuasi ular kobra. Diantaranya, dua lokasi di Pondok Melati, dua di Jatisampurna, Bantargebang, Bekasi Selatan, dan Bekasi Timur.

"Kita temukan satu anak ular kobra di Perum Mandala Bekasi Selatan, di lokasi lain hasilnya nihil. Tapi kita temukan ular sanca di Bekasi Timur," katanya.

Kepala seksi rencana operasi pemadaman dan penyelamatan Damkar Kota Bekasi, Yana Rohyana, menambahkan sepakan terakhir pihaknya sudah tiga kali melakukan evakuasi ular kobra di lingkungan penduduk setempat.

Dua kali anak ular kobra, dan satu kali indukan.

"Kalau kemarin malam kita dapatkan lima ekor ular kobra anaknya di sebuah gudang di Jalan Agus Salim, Bekasi Timur," jelas dia.

Yana meminta kepada masyarakat untuk melaporkan kepada petugas rescue jika ada temuan ular kobra di lingkungan rumah.

"Lebih baik, hubungi petugas rescue kami, karena lebih safety dengan perlengkapan yang memadai," kata Yana. (*)