Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
IN MEMORIAM, Ir Ciputra dari SMA di Manado sampai Orang Terkaya


Peristiwa

IN MEMORIAM, Ir Ciputra dari SMA di Manado sampai Orang Terkaya

Rabu, 27 November 2019 10:09 WIB
IMG
Selamat jalan, Ir Ciputra...

Rayapos | Jakarta - "Telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak Ir Ciputra, Chairman dan Founder Ciputra Group di Singapore pada 27 November 2019 pk 1:05 waktu Singapore."

Demikian pesan singkat dari Rina Ciputra Sastrawinata, yang merupakan anak pertama Ir. Ciputra.

"Kami keluarga besar Ciputra Group mengucapkan turut berduka yang mendalam dan mendoakan semoga Keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kedukaan ini," pesan Rina Ciputra.

Jadwal pemakaman akan diberitahukan lebih lanjut setelah jenazah Ciputra tiba di Jakarta.

Siapa Ir Ciputra? 

Dikutip dari Wikipedia, Ciputra seorang  insinyur  dan  pengusaha  di  Indonesia.

Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses. Antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group.

Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis (orang kaya yang berjiwa sosial). 

Ir Ciputra berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.

Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ir Ciputra menduduki peringkat ke-27 dengan total kekayaan USD 950 juta.

Ciputra, yang memiliki nama lahir Tjie Tjin Hoan, menghabiskan masa kecil hingga remaja di Parigi, Sulawesi Tengah.

Sejak kecil Ciputra sudah merasakan kesulitan dan kepahitan hidup.

Bapaknya, Tjie Siem Poe, ditangkap oleh pasukan tak dikenal, karena dituduh sebagai mata-mata Belanda dan Jepang dan tidak pernah kembali lagi pada tahun 1944.

Ketika remaja ia bersekolah di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Frater Don Bosco di Manado, Sulawesi Utara.

Setamatnya dari Sekolah Menengah Atas, ia meninggalkan desanya menuju Jawa. Ia kemudian kuliah di Institut Teknologi Bandung.

Pada tingkat empat, ia bersama Budi Brasali dan Ismail Sofyan mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di sebuah garasi.

Setelah Ciputra meraih gelar insinyur pada tahun 1960, ia pindah ke Jakarta.

Karir

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Institut Teknologi Bandung, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI.

Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itu sebagai penasihat.

Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.

Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Budi Brasali dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group.

Metropolitan Group yang membangun perumahan mewah Pondok Indah Jakarta dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

Pada saat itu Ir Ciputra dijuluki pers sebagai Raja Properti.

Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris.

Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.

Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group.

Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak, dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup.

Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya.

Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri. (*)