Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Mahasiswi Cantik Tewas Terapung di Sungai Musi


Peristiwa

Mahasiswi Cantik Tewas Terapung di Sungai Musi

Jumat, 01 November 2019 22:43 WIB
IMG
Jenazah Inta Ferin dievakuasi

Rayapos | Palembang - Sesosok mayat wanita ditemukan terapung di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/11/2019) pagi. Tepatnya di kawasan Pelabuhan Boom Baru.

Teridentifikasi, itu mayat Inta Ferin (22). Yang selama beberapa hari ini menghilang.

Inta Ferin adalah mahasiswi Universitas PGRI Palembang, jurusan FKIP PGSD semester 5.

Kini mayatnya diperiksa di RS Bhayangkara Palembang. Teman-teman kuliahnya yang selama beberapa hari ini mencari, tampak berduka menjenguk ke RS tersebut.

Mereka menggelar tahlil sekaligus mengirim doa untuk almarhumah Intan Ferin, Jumat (1/11/2019).

"Kami sengaja kumpul di musola buat kirim doa dan gelar tahlil untuk teman satu kelas kami Inta," terang salah satu temannya.

Sebelumnya, Inta hilang sejak 30 Oktober 2019. Kemudian dilaporkan orang tuanya ke SPKT Polresta Palembang pada 31 Oktober 2019.

Setelah dinyatakan hilang, seorang mayat perempuan ditemukan mengapung di kawasan pelabuhan Boom Baru, Jumat (1/11.2019) pagi.

Kemudian dibawa ke RS Bhayangkara guna pemeriksaan. Akhirnya pihak rumah sakit menyatakan bahwa mayat tersebut ialah Inta Ferin sebagaimana yang dimaksud.

Inta anak pertama dari dua bersaudara yang semuanya perempuan.

Dia warga Jalur 14, Desa Rejosari Rt 03 Rw 01 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Dalam menempuh pendidikannya, di Palembang ia tinggal di rumah kost.

Sementara itu, dari keterangan ayah Inta, Gatot, saat dikonfirmasi di RS Bhayangkara saat menunggu hasil otopsi, ia mengatakan anaknya (Inta) mengidap penyakit Silinder mata.

Selain itu, teman satu kelas Inta juga menuturkan bahwa beliau merupakan sosok yang ceria, periang dan mudah bergaul.

Hal yang tak bisa dilupakan kawan-kawannya dari sosok Inta adalah gaya bicaranya yang kental menggunakan bahasa Indonesia namun berlogat Jawa.

Kronologi Perkara

Penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di aliran sungai Musi mengagetkan warga, Jumat (1/11/2019) pagi.

Kemudian diketahui, jenazah tersebut merupakan Inta Ferin (22 tahun), mahasiswi universitas PGRI Palembang yang dinyatakan hilang sejak Rabu (30/10/2019) lalu.

Kasat Polair Resta Palembang, Kompol Cahyo Yudo Winarno mengatakan, jenazah tersebut ditemukan di perairan sungai Musi tepatnya di depan dermaga kontainer Pelabuhan Boom Baru.

"Informasi itu kami terima dari laporan warga pada pukul 06.45 wib," ujarnya.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh personil Satpol air Polresta Palembang dengan langsung mendatangi lokasi kejadian.

Saat ditemukan, jenazah tersebut menggunakan baju biru celana hitam panjang dan memakai cincin perak di jari tangan kanan.

Ada juga anting-anting emas bulat di telinganya.

"Kemudian kami melakukan evakuasi untuk selanjutnya jenazah tersebut kami bawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan," ucapnya.

Penemuan Sandal dan Tas

Sebelum ditemukan tewas mengapung di aliran sungai Musi, seorang teman Inta Ferin menemukan sandal dan tas milik korban.

Barang tersebut ditemukan tergeletak di satu sudut jembatan Musi 4 Palembang.

Andika (19 tahun), teman satu kampung sekaligus tinggal bersebelahan tempat kos dengan korban selama di Palembang mengatakan, dirinya menemukan barang-barang tersebut ketika mencari keberadaan Inta yang tiba-tiba menghilang.

"Saya cek kamar kosnya. Disitu ditemukan HP, lalu saya periksa dan dari situ diketahui Inta sempat order ojek online sebanyak 2 kali. Tujuannya ke jembatan Musi IV,"

"Lalu dari situ kami ke sana dan ditemukanlah barang-barang itu," ujar Andika, Jumat (1/11/2019).

Meskipun barang-barang Inta ditemukan di sudut jembatan Musi IV, namun pihak keluarga dan kerabat masih tetap berpikir positif.

Mereka enggan menduga bahwa Inta mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari atas jembatan.

"Setelah sandal dan tas itu ditemukan di Jembatan Musi IV, kami masih mencari Inta. Di rumah temannya atau ke tempat-tempat yang mungkin saja dia ada disana."

"Saat itu kami tidak ingin menduga yang buruk-buruk dulu," ucapnya.

Namun kepanikan luar biasa baru dirasa pada Jumat (1/11/2019) pagi.

Ketika mereka mendapat kabar dari aparat kepolisian mengenai ditemukan sesosok jenazah perempuan yang mengapung di aliran sungai Musi.

"Informasi yang saya dengar dari orang-orang di tempat kejadian, katanya jenazah ditemukan oleh orang yang lagi mancing," ungkapnya.

Kini kepastian identitas jenazah Inta sudah dipastikan oleh pihak keluarga. Setelah melakukan serangkaian tes kecocokan DNA dan hasil wawancara.

Kesedihan keluarga meledak saat mengetahui bahwa jenazah tersebut benar adalah Inta.

"Sebelumnya dia sempat meninggalkan surat wasiat. Isinya permintaan maaf ke orang tuanya," ujar Andika.

Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan

Pemeriksaan terhadap jenazah Inta Ferin telah selesai dilakukan tim forensik rumah sakit Bhayangkara, Jumat (1/11/2019).

Dokter forensik rumah sakit Bhayangkara, dr Indra Sakti Nasution mengatakan, tidak ditemukan adanya kekerasan di tubuh korban.

"Kondisi korban sudah mengalami pembusukan karena diperkirakan sekitar 2 hari berada di air," ujarnya.

Dikatakan dr Indra, atas permintaan keluar, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Bukan otopsi atau bedah mayat.

"Jenazah sudah selesai diperiksa dan kemudian akan diserahkan ke pihak keluarga," ujarnya.

Tinggalkan Surat Wasiat

Sebelum dilaporkan menghilang, Inta Ferin memesan ojek online menuju Jembatan Musi 4 Palembang.

Inta Ferin di Palembang tinggal kos bersama satu orang kerabatnya.

Gatot Marzuki, ayah Inta, sudah mendatangi kampus tempat anaknya kuliah.

Kedatangan Gatot untuk menanyakan keberadaan putrinya.

Namun pihak kampus tidak mengetahui keberadaan Inta Ferin.

Dilaporkan pihak kampus, pada Rabu (30/10) Inta Ferin masih aktif masuk kelas mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Sedangkan hari ini, Kamis (31/10/2019) sudah tidak masuk kelas.

Sebelumnya, sang Ayah terlebih dahulu menghubungi putrinya melalui sambungan telepon.

Sambungan tersebut tidak ada respon atau tidak diangkat oleh Inta Ferin.

Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, sang Ayah mendatangi tempat kos Inta Ferin.

Di sanalah ia menemukan handpone dan dompet anaknya serta sepucuk surat wasiat.

Surat wasiat itu diletakan di dalam lemari.

Pada layar HP korban, didapati riwayat terakhir pemesanan ojek online. Detil pemesan ojek online begini:

"30 Oktober, pukul 02:48 PM dengan kode pemesanan: RB 2948312195 atas nama Driver M Taufan Ardiansyah, nomor polisi BG 2664 AAD titik lokasi penjemputan Kantin Diah menuju Jalan Jembatan Musi 4,"

Pada surat wasiat tertuliskan di kertas,

"Pae Inta tak lungo dongakna Inta terus ya....,"

"Pae, Inta lungo ya...

Ben Inta tenang..

Duite ng lemari 10 jt

Pae jukud ng ATM kurangne

Pin: (******),"

"Dongakna Inta terus ya...

Artinya kira-kira seperti ini :

Pak, Inta mau pergi, doakan Inta terus ya.

Pak, Inta pergi ya

Biar Inta tenang

Duitnya di lemari 10 juta

Pak, ambil di ATM kurangnya

Doakan Inta terus ya.

Indah, teman sekelas Inta mengatakan, ia pernah mendengar percakapan temannya itu yang sedang menelpon seseorang menggunakan bahasa Jawa.

Meskipun Indah kurang mengerti apa yang dibacarakan, ia dapat memperkirakan dan menyimpulkan isi percakapan.

"Dua minggu yang lalu aku pernah ke kosannya. Saat itu dia teleponan mungkin sama bapaknya, dia bicara pakai bahasa Jawa," kata Indah.

Dilanjut: "Dia bilang, capek-capek (lelah) aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakukan? Begitu katanya saat teleponan."

"Setelah dia selesai teleponan, kemudian aku tanya, Inta bicara apa tadi, lalu ia jawab gapapa ndah, aku capek aja," kata Indah.

Dilanjut: "Capek kenapa kamu? Dijawab: capek aja hidup kayak gini terus," lanjut Indah saat mengingat waktu bersama Inta kala itu. (*)