Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Pemimpin ISIS Tewas, Bunuhdiri Saat Digerebek


Peristiwa

Pemimpin ISIS Tewas, Bunuhdiri Saat Digerebek

oleh. Muchlis Aji- Minggu, 27 Oktober 2019 20:30 WIB
IMG

Rayapos | Jakarta - Diduga, pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi tewas di Suriah. Dia bunuh diri saat digerebek pasukan komando Amerika.

Cara bunuhdiri, bom di rompi tubuhnya meledak. Badannya hancur berkeping-keping.

Dilansir dari CNN TV, Minggu (27/10/2019) saat Abu Bakar Al-Baghdadi digerebek pasukan AS, dia lari. Sedangkan, dia mengenakan rompi. Dan, saat terdesak, dia meledakkan bom rompinya.

Menanggapi kabar tewasnya Abu Bakar Al-Baghdadi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menggelar konferensi pers.

Meski belum ada pernyataan resmi, laman CNN menambahkan, tes DNA dan biometrik tengah dilakukan. Untuk memastikan yang tewas memang Al Baghdadi.

Presiden Donald Trump dijadwalkan menggelar jumpa pers Minggu pukul 09.00 waktu Washington, AS.

Jadwal ini disampaikan Deputi Sekretaris Pers Gedung Putih Hogan Gidley. Menurutnya, jumpa pers ini terkait masalah politik luar negeri AS.

Jaringan berita Al Masdar News, berbasis di Beirut, Lebanon, Minggu dini hari menyebutkan sebuah serangan misterius terpantau di utara wilayah Idlib.

Informasi yang diperoleh Al Masdar News, sejumlah helikopter tempur menembakkan roket ke lokasi di kota kecil Barishah, Idlib utara.

Abu Bakar Al Baghdadi mendeklarasikan Negara Islam Irak Suriah (ISIS/ISIL/Daesh) di masjid besar Mosul pada Juli 2014.

Pria kelahiran Samarra, Irak, itu jadi pemimpin ISIS sejak 2010.

Tiga tahun kemudian gerombolan ISIS yang diperkuat milisi asing, mulai menebar teror di Irak dan Suriah.

Kelompok Al Baghdadi merebut Mosul dari pasukan Irak. Mereka selanjutnya melebarkan kekuasaan di sebagian Irak, lalu menyeberang ke Suriah.

Raqqa di Suriah menjadi ibukota de facto ISIS, setelah pasukan Irak berangsur merebut kembali pengaruh dan wilayah Irak yang dikuasai ISIS.

Februari 2018, sejumlah pejabat tinggi AS menyebut Al Baghdadi terluka menyusul serangan udara yang menyasar persembunyiannya di Suriah.

Dikutip dari Sputniknews.com, operasi khusus penggerebekan Al Baghdadi, setelah keberadaannya diketahui pasukan AS.

Serangan itu digelar setelah memperoleh persetujuan Trump pada Sabtu (26/10/2019) malam waktu Suriah.

Seorang pejabat senior Pentagon dan AD AS mengatakan, target rahasia bernilai tinggi, terdeteksi di sebuah lokasi di wilayah Provinsi Idlib, Suriah.

Laman berita Al Masdar News berbasis di Beirut, Lebanon, Minggu dini hari mewartakan, wilayah kejadian di bawah kontrol kelompok bersenjata Hayat Tahrir Sham, dulu bernama Jabhat Al Nusra.

Kelompok Hayat Tahrir Sham, adalah teroris. Mereka sejaringan dengan kelompok Al Qaeda Afghanistan dan Irak. (*)