Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Polri Pastikan, Brigadir Rangga Tianto Segera Dipecat


Peristiwa

Polri Pastikan, Brigadir Rangga Tianto Segera Dipecat

oleh. Muchlis Aji- Jumat, 26 Juli 2019 15:36 WIB
IMG
Mapolsek Cimanggis, tempat kejadian. Foto: JPNN

Rayapos | Jakarta - Kasus polisi tembak mati polisi, akhirnya terurai. Pelaku Brigadir Rangga Tianto emosi ketika keponakannya, remaja FZ pelaku tawuran pembaca clurit ditangkap Bripka Rahmat Efendy.


Brigadir Rangga meminta, agar Bripka Rahmat menghentikan proses hukum terhadap FZ. Tapi Bripka Rahmat tetap memeriksa FZ. Akibatnya emosional, Brigadir Rangga menembak mati Bripka Rahmat.


Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Listyo Sigit memastikan, Brigadir Rangga Tianto, oknum penembak mati Bripka Rahmat Effendy, akan dipecat. 


Listyo menegaskan peristiwa serupa tak boleh terulang.


"Peristiwa tersebut tidak boleh terjadi lagi. Oleh karena itu saat ini telah diturunkan tim untuk memproses oknum anggota tersebut. Yang bersangkutan saat ini sudah diamankan dan selanjutnya diproses pidana, dan juga proses kode etik dengan hukuman PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat)," tegas Listyo kepada wartawan, Jumat (26/7/2019).


Selain itu, lanjut Listyo, Propam Polri juga akan menyelidiki penerbitan izin pegang senjata yang dimiliki Brigadir Rangga. 


Hal itu untuk mengetahui apakah Brigadir Rangga memenuhi syarat atau tidak dalam menguasai senjata api.


"Proses penerbitan izin senjata juga akan kita dalami, apakah yang bersangkutan memenuhi syarat atau tidak," ucap Listyo.


Dia mengimbau seluruh komandan satuan di Polri untuk sungguh-sungguh mengawasi perilaku personel yang mendapat izin pegang senjata api (senpi). 


Listyo memerintahkan para komandan satuan mencabut izin pegang senpi anggota yang emosional.


"Para Komandan agar betul-betul awasi perilaku anggota yang pegang senpi. Bagi yang memiliki kecenderungan emosional, lebih baik dicabut. Penggunaan senpi sudah ada SOP-nya dan harus betul-betul ditaati. Pelanggaran terhadap hal tersebut harus diberikan sanksi," tandas Listyo.


Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan Brigadir Rangga Tianto merupakan paman dari terduga pelaku tawuran, yakni FZ. 


Hubungan kekeluargaan ini yang membuat Brigadir Rangga emosi saat Bripka Rahmat Effendy hendak memperkarakan keponakannya.


Bripka Rahmat Effendy ditembak Brigadir Rangga Tianto di Polsek Cimanggis, Depok, pada Kamis (25/7/2019) malam.


Rahmat adalah anggota Subdit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Ditlantas Polda Metro Jaya. Sementara Brigadir Rangga merupakan personel Baharkam Polri.


Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada pukul 20.50 WIB. Korban, Bripka Rahmat sempat terlibat cekcok dengan Brigadir Rangga hingga akhirnya terjadi penembakan sebanyak tujuh kali.


Penyebab cekcok adalah karena Bripka Rahmat bersikeras memproses hukum FZ meski Brigadir Rangga telah meminta agar keponakannya itu dibina oleh keluarga saja. 


FZ sebelumnya ditangkap oleh Bripka Rahmat, dengan barang bukti sebuah celurit.


Peristiwa ini bermula ketika Bripka Rahmat Efendy menangkap seorang pelaku tawuran berinisial FZ pada Kamis (25/6/2019) pukul 20.30 WIB. 


FZ dibawa ke Polsek Cimanggis. Ada barang bukti berupa celurit yang diamankan bersama FZ.


Tak lama berselang, datang ayah FZ yang bernama Zulkarnaen bersama Brigadir Rangga. Setiba di Polsek Cimanggis, Brigadir Rangga dan Bripka Rahmat terlibat adu mulut.


"Rangga meminta agar FZ untuk bisa dibina oleh orang tuanya. Namun Bripka Rahmat langsung menjawab bahwa 'proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya,' dengan nada agak keras bicaranya, sehingga membuat Brigadir Rangga Tianto emosi karena tidak terima," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono, Jumat (26/7/2019).


Setelah itu, Rangga ke ruangan sebelah dan langsung mengeluarkan senjata jenis pistol HS9. Seketika itu pula dia langsung menembak ke arah Bripka Rahmat.


Rangga mengeluarkan 7 kali tembakan. Korban mengalami luka tembak di dada, perut, leher, dan paha hingga tewas di tempat.


Brigadir Rangga masih diperiksa intensif. (*)