Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Pemutilasi Kelelahan, Tidur di Dekat Mayat


Hukrim

Pemutilasi Kelelahan, Tidur di Dekat Mayat

oleh. Andrew Tito- Minggu, 20 September 2020 17:08 WIB
IMG
Begini cara pelaku memutilasi.

Rayapos | Jakarta - Pembunuhan disertai mutilasi yang ditemukan di Apartemen Kalibata City menghebohkan Jakarta, sepekan ini. Saat rekonstruksi, terungkap, pembunuh sempat tidur di dekat mayat yang sudah mulaui membusuk.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyoroti ketenangan Djumadil Al Fajri (26), salah satu pelaku mutilasi Rinaldi Harley Wismanu. 

Korban dimutilasi di Apartemen Mansion, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Dari 37 adegan rekonstruksi yang dilakukan, peran Fajri lebih banyak dibanding dengan tersangka Laeli Atik Supriatin (27).

"Ketenangan yang seperti itu karena yang banyak melakukan di sini tersangka DAF ini, inilah yang kita nantinya akan kita antar ke psikiater. Tapi kalau dilihat dari bentuknya, tidak ada sakit jiwanya, tidak ada. Orang normal dia," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Yusri menjelaskan, Fajri dan Laeli membunuh Rinaldi di Apartemen Mansion, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada (9/9). Korban kemudian dimutilasi.

Potongan tubuh korban itu kemudian disimpan selama 3 hari di Apartemen Mansion. Setelah itu, pada (12/9), kedua pelaku membawa potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, menggunakan koper.

"Setelah kita rekonstruksi tanggal 9 (September) dieksekusi, ditinggalkan dulu 3 hari di situ. Dia perpanjang lagi di penginapan di Pasar Baru. Sampai eksekusi tanggal 12, 12 itu cuma badannya di tengah dan tangan masukin ke koper langsung diantar ke Kalibata," ucapnya.

Setelah itu, pada (13/9), kedua pelaku kembali membawa potongan tubuh korban untuk dibawa ke Apartemen Kalibata City. Namun keduanya tertidur di Apartemen Mansion bersama jenazah korban karena kelelahan.

"Tanggal 13 (September), baru yang (potongan tubuh) atas lagi. Bahkan sempat menginap di situ satu malam bersama-sama dengan jenazahnya. Alasannya kecapean, ketiduran," kata Yusri.

Pada 14-16 September, kedua pelaku membersihkan Apartemen Mansion. Keduanya mengecat ulang tembok dan membersihkan seprai.

"Bahkan tanggal 14, 15, 16 (September) dilakukan pembersihan. Dia beli sendiri cat, dia beli sendiri seprai. Dia cuci sampai tanggal 16 itu," ucapnya.

"Tapi setelah tanggal 15 itu, dia sewa lagi namanya rumah yang ada di Cimanggis, yang dia niatkan untuk mengubur. Bahkan sudah digali," imbuh Yusri. (*)