Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Guru Besar UI: Undangan AS ke Prabowo sebagai Strategi Hadapi China


Eropa Amerika

Guru Besar UI: Undangan AS ke Prabowo sebagai Strategi Hadapi China

oleh. Kemal Setiawan- Kamis, 15 Oktober 2020 13:31 WIB
IMG
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: Antara

Rayapos | Jakarta - Media ternama AS, New York Times, menyoroti kunjungan Menhan RI Prabowo Subianto ke Pentagon. Media itu menyebut undangan itu merupakan strategi AS untuk menghadapi China. Hal ini juga dibenarkan oleh pakar hubungan internasional.

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai undangan Menhan AS, Mark Esper kepada Menhan Prabowo bisa dilihat sebagai strategi AS untuk menghadapi China. Sebagaimana diketahui, kedua negara itu saat ini sedang bersitegang.

"Undangan Menhan AS kepada Menhan Prabowo ke AS harus dilihat sebagai strategi AS menghadapi China. Menurut Buku Putih Departemen Pertahanan AS disebutkan bahwa China berniat membangun pangkalan militer di Indonesia," ujar Hikmahanto kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Hikmahanto mengatakan selama ini AS melihat Indonesia memiliki kedekatan ekonomi dengan China. Oleh karena itu, lanjutnya, AS khawatir.

"AS melihat hal ini karena kedekatan ekonomi Indonesia terhadap China. Dikhawatirkan ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap China akan melemahkan prinsip kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif," ujarnya.

"Indonesia diprediksi oleh AS akan jatuh ke tangan China dengan ketergantungan ekonominya dan mudah dikendalikan oleh China. Padahal Indonesia adalah negara strategis dan memiliki peran yang sentral di kawasan Asia Pasifik, baik untuk AS maupun China," ungkapnya.

"Oleh karenanya, Menhan AS mengundang Menhan Indonesia untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara. Tapi, di balik kerja sama itu, AS ingin agar Indonesia tidak jatuh dalam perangkap China," lanjutnya.

Lebih lanjut, Hikmahanto menjelaskan AS juga ingin memberi pesan kepada China bahwa Indonesia berpihak kepada AS, terutama dalam ketegangan AS-China di Laut China Selatan.

"Dalam konteks ini, Menhan Indonesia harus tetap berangkat ke AS untuk menghadiri undangan Menhan AS. Keberangkatannya untuk menegaskan bahwa Indonesia bersahabat dengan siapa pun negara," tuturnya.

Sebelumnya, New York Times menyoroti undangan Menhan AS untuk Prabowo ini. Menurut media itu, undangan ini memiliki arti masing-masing bagi Prabowo maupun bagi AS.

"Bagi Prabowo, yang akan berusia 69 tahun pada hari Sabtu, dalam perjalanannya, kunjungan tersebut adalah puncak dari pencarian selama bertahun-tahun untuk mendapatkan kehormatan. Bagi Washington, ini menyoroti pentingnya Indonesia, sekutu AS yang berpotensi penting melawan China, dan selanjutnya menandakan degradasi hak asasi manusia ke masalah diplomatik kecil," tulis media itu, Rabu (15/10). (*)