Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
NATO : Turki dan Yunani Siap Lakukan Mediasi Terkait Ketegangan di Laut Mediterania


Eropa Amerika

NATO : Turki dan Yunani Siap Lakukan Mediasi Terkait Ketegangan di Laut Mediterania

oleh. Rangga Ansori- Jumat, 04 September 2020 14:44 WIB
IMG
Kedua negara telah mengerahkan armada kapal perang mereka di sekitar Laut Mediterania.

RAYAPOS | JAKARTA – Nato sebagai induk aliansi yang menaungi Turki dan Yunani mengatakan bahwa kedua negara yang terlibat ketegangan di Laut Mediterania itu siap menggelar mediasi untuk menurunkan tensi. (04/09/2020) WIB.

Dikutup dari Aljazeera, kedua negara yang berbatasan langsung dengan perairan laut Mediterania itu telah bersedia untuk menggelar mediasi terkait ketegangan yang disebabkan oleh kegiatan eksplorasi minyak lepas pantai.

Pihak Yunani dan Siprus menuding kegiatan ekslporasi minyak yang dilakukan Turki di sekitar Laut Mediterania telah melanggar kedaulatan negaranya. Hal tersebut kemudian memantik ketegangan militer antara keduanya.

Baik Yunani, maupun Turki secara bersamaan telah mengerahkan beberapa armada kapal perangnya untuk unjuk kebolehan di perairan Laut Mediterania.

Ketegangan yang melibatkan ketiga negara anggota Nato itu tentu menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara anggota aliansi lainya.

Nato sebagai induk aliansi yang menaungi ketiga negara itu kemudian segera mengambil tindakan terhadap kerenggangan hubungan antara sesama anggotanya.

Sekertaris Jenderal Nato Jens Stoltenberg mengeluarkan sebuah pernyataan pada Kamis (03/09/2020), bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan petinggi Yunani dan Turki terkait ketegangan di Laut Mediterania.

"Yunani dan Turki adalah sekutu yang berharga, dan NATO adalah platform penting untuk konsultasi tentang semua masalah yang memengaruhi keamanan bersama kami." kata Jens Stoltenberg.

Di hari yang sama, Athena juga mengeluarkan pernyataan terkait rencana Nato untuk membantu penyelenggaraan mediasi. Namun pihaknya menilai bahwa satu-satunya syarat untuk meredakan ketegangan adalah dengan menarik semua armada Turki di wilayah kedaulatan mereka.

"Bagaimanapun, kami telah mencatat niat sekretaris jenderal NATO untuk bekerja menciptakan mekanisme de-eskalasi dalam kerangka NATO," kata perwakilan pejabat Turki.

"Namun demikian, de-eskalasi hanya akan dicapai dengan penarikan segera semua kapal Turki dari landas kontinen Yunani," tambahnya.

Sedangkan pihak Ankara mendukung penuh rencana NATO untuk mengadakan mediasi untuk menurunkan tensi ketegangan.

"Inisiatif ini didukung oleh negara kami," kata kementerian luar negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

"Kami berharap Yunani mendukung inisiatif sekretaris jenderal NATO." tambahnya.

Pengumuman terkait rencana mediasi kedua negara oleh Sekertaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg itu terbit setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak Turki dan Yunani untuk mengurangi ketegangan. (**)