Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Sukhoi Rusia Tetap Diekspor


Eropa Amerika

Sukhoi Rusia Tetap Diekspor

oleh. Djono W. Oesman- Senin, 24 Agustus 2020 12:16 WIB
IMG
Ilustrasi pesawat tempur Sukhoi

Rayapos | Jakarta - Pesawat tempur produk Rusia, Sukhoi Su-35 dipesan Mesir 30 unit. Itu dikutip dari Facebook Scramble Magazine (17/8/2020). Dalam capture video, tampak slide rencana produksi Sukhoi Su-35 periode 2020-2024. 

Bagian pertama slide ada dua modifikasi Su-35. Garis bertanda GOZ menunjukkan pengiriman Su-35S untuk Russian Air and Space Force. Sedangkan garis bertanda VTS menunjukkan Su-35 untuk pasar ekspor, yang ditandai hanya sebagai “Su-35.”

Dari sumber tersebut, Mesir akan memesan 30 unit Su-35. Dan, 22 unit Su-35 akan dikirim tahun ini, delapan dikirim 2021.

Disebutkan, proyeksi ekspor Su-35 pada periode 2022-2024, 34 unit, dengan rincian 12 unit pada 2022, 14 unit 2023 dan 8 unit 2024. 

Lantas bagaimana dengan 11 unit Su-35 pesanan Indonesia? Berikut kronologinya:

Pada 2014, Sukhoi Su-35 masuk alutsista yang akan dibeli Indonesia untuk mengisi kekosongan jet tempur di Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi. 

Pada 10 Agustus 2017, ada kesepatakan (MoU) antara Indonesia dan Rusia untuk pengadaan 11 unit Su-35 lewat skema barter dengan nilai US$1,1 miliar.

Rusia sebagai penjual Su-35 wajib membeli sejumlah komoditas ekspor dari Indonesia. Kemudian terjadi negosiasi.

Kemudian muncul Keputusan Presiden AS Donald Trump, Agustus 2017 telah menandatangani UU yang memberikan sanksi bagi negara yang membeli alutsista dari Rusia. UU disebut Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Sanksi CAATSA inilah yang kemudian merembet pada pengadaan Su-35, lantaran sanksi yang diterapkan bersifat general tanpa pandang bulu, meski ke sekutu AS sekalipun. 

Intinya, sampai kini belum ada kontrak untuk pengadaan Su-35. (*)