Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Gadis Cantik Ini Terkaya se-Dunia, Berapa Hartanya?


Eropa Amerika

Gadis Cantik Ini Terkaya se-Dunia, Berapa Hartanya?

oleh. Andrew Tito- Jumat, 21 Agustus 2020 12:11 WIB
IMG
Alexandra Andresen . Foto: CNBC

Rayapos | Alexandra Andresen (23) asal Swedia, kini salah satu wanita terkaya dunia di usia sangat muda. Dia mewarisi kerajaan bisnis investasi Ferd, Swedia, milik ayahnya, Johan Andresen Jr.

Alexandra Andresen mewarisi kekayaan mencapai 1,4 miliar dollar AS, jauh sebelum ulang tahunnya yang ke-20 tahun.

Dia pertama kali muncul di daftar miliarder Forbes pada tahun 2016, ketika baru berusia 19 tahun.

Waktu itu, Forbes menyematkan namanya sebagai miliarder termuda di dunia, saat bintang Hollywood Kylie Jenner dan kerajaan kosmetiknya tengah berkembang dan mengambil gelar itu.

Sementara Jenner terkenal memamerkan koleksi kendaraan mewahnya, termasuk 2 Range Rover dan Rolls Royce, Alexandra dan saudara perempuannya, Katharina (24), yang juga mewarisi kekayaan miliaran dolar di masa remaja, dilaporkan memiliki kendaraan yang lebih sederhana.

Sebabnya, orang tua mereka mengajari anak-anaknya untuk tidak hidup boros, utamanya dalam memilih kendaraan.

“Ayah memiliki aturan bahwa kami dapat membeli mobil yang bagus, tetapi harus barang bekas,” kata Katharina, dikutip dari CNBC, Jumat (21/8/2020).

Karenanya, pada tahun 2016, Katharina mengendarai Audi bekas yang dia beli sebagai pengganti Volkswagen Golf yang sebelumnya dikendarai oleh neneknya.

Adapun ayahnya, Johan Andresen Jr, merupakan pengusaha bisnis keluarga, perusahaan investasi Ferd, yang merupakan salah satu perusahaan swasta terbesar di Norwegia.

Sementara Alexandra, memilih mencari cara untuk menabung, meski dia memiliki lebih banyak kekayaan daripada remaja seusianya.

“Saya benar-benar menghemat waktu, saya selalu melakukannya. Saya menabung ketika saya mendapatkan tunjangan mingguan, saya menyimpan hadiah uang tunai yang saya menangkan dalam kompetisi, atau jika saya mendapatkan uang sebagai hadiah untuk ulang tahun saya," kata Alexandra.

"Artinya, saya dapat membeli sendiri barang-barang yang saya inginkan, seperti tas atau sepasang sepatu, tanpa harus meminta uang kepada ibu atau ayah," sambungnya.

Dalam suatu wawancara dia pernah mengungkap, dia tidak ingin uang menjadi sesuatu yang dibutuhkan untuk digunakan dalam jumlah besar, meski kita tahu uang adalah kebutuhan.

Kendati demikian, kedua bersaudara ini beberapa kali menikmati liburan Mediterania atau memamerkan pakaian mewah, seperti tas Louis Vuitton, serta terlibat dalam aktivitas seperti menunggang kuda, terjun payung, dan berperahu pesiar.

Saat ini, Alexandra Andresen adalah penunggang kuda profesional yang telah memenangkan beberapa penghargaan dressage internasional.

Dia disponsori oleh merek berkuda Kingsland dan Samshield.

Sementara itu, Katharina lebih mungkin mengikuti jejak ayahnya menjalankan bisnis keluarga, meskipun ayahnya tidak berniat memaksa putrinya terlibat dalam bisnis.

"Saya akan memberi mereka kesempatan untuk memilih sebagai manusia dan bukan sebagai robot yang telah diprogram sebelumnya," kata Johan Andresen.

Katharina dilaporkan belajar ilmu sosial di Amsterdam University College dan magang dengan Ernst & Young.

Saat ini, dia bekerja sebagai koordinator pemasaran di perusahaan perlengkapan olahraga Norwegia, Brav, yang dimiliki oleh perusahaan investasi keluarganya.

Bisnis keluarganya disebut Ferd, merupakan perusahaan investasi yang memiliki dana lindung nilai bersama dengan berbagai kepemilikan ekuitas swasta dan aset real estat.

Keluarga Andresen sebelumnya menghasilkan uang sebagai salah satu produsen rokok terkemuka di Skandinavia, sejak tahun 1849.

Namun keluarga tersebut menjual saham tembakau mereka pada tahun 2005 dengan harga hampir 500 juta dollar AS.

Kakak beradik Andresen masing-masing memiliki 42,2 persen saham Ferd, sementara ayah mereka masih menjalankan perusahaan.

Kepemilikan mereka di Ferd menjadi diketahui publik ketika mereka masing-masing berusia 17 tahun, karena otoritas pajak Norwegia menerbitkan angka pengembalian pajak untuk warga negara setelah mereka mencapai usia legal. (*)