Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Eksploitasi Berang-Berang dalam Industri Bulu Mata Palsu


Eropa Amerika

Eksploitasi Berang-Berang dalam Industri Bulu Mata Palsu

oleh. Rangga Ansori- Rabu, 24 Juni 2020 14:24 WIB
IMG
Berang-berang (Cerpelai) merupakan hewan yang hidup di hampir seluruh negara, kecuali di antartika dan sekitar Benua Australia.

RAYAPOS | JAKARTA – Pemanfaatan bulu Berang-Berang sebagai bahan dasar pembuatan bulu mata palsu menuai kecaman keras dari beberapa kelompok pencinta hewan, salah satunya adalah People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) di Amerika Serikat.

Penggunaan bulu mata memang sudah sangat populer di kalangan anak-anak muda di seluruh dunia, bahkan penggunaanya telah menjadi kebutuhan riasan sehar-hari.

Namun beberapa orang menghindari bulu mata sintetis berbahan dasar plastik yang kaku, mereka lebih menyukai bulu mata berbahan dasar sutera atau bahan dasar lain yang lebih lembut.

Bahan dasar yang cukup diminati oleh konsumen adalah bulu mata yang terbuat dari bulu hewan, salah satunya adalah bulu Berang-Berang (Cerpelai).

Kendati produsen mengklaim bahwa bulu Berang-Berang yang mereka gunakan berasal dari penangkaran dan bebas dari kekejaman, namun banyak kelompok pecinta hewan yang menganggap klaim itu hanya sekedar pembelaan.

Mereka menilai bahwa tidak ada satupun bentuk eksploitasi yang bebas dari kekejaman, terlepas statusnya yang dinyatakan legal secara hukum.

Dilansir dari World of Buzz (24/06/2020), alasan yang mendasari pendapat mereka adalah sifat alamiah Berang-Berang sebagai hewan teritorial, hewan teritorial sudah pasti menjadi agresif ketika merasa terancam.

Pihak produsen menjelaskan bahwa Berang-Berang yang mereka tangkarkan mendapatkan perawatan khusus, Berang-Berang selalu disikat agar bisa mendapatkan kualitas bulu yang baik.

Sedangkan para pecinta hewan menganggap Berang-Berang bukan hewan peliharaan yang bisa dirawat sebagaimana seekor Kucing, karena secara alami mereka akan merasa takut saat terlibat interaksi dengan manusia.

Hal lain yang menimbulkan reaksi negatif adalah kabar yang mengatakan bahwa Berang-Berang di penangkaran dibunuh dengan menggunakan sengatan listrik.

Status Berang-Berang dalam catatan IUCN termasuk masih lestari, namun jenis Berang-Berang Eropa (Cerpelai Eropa) saat ini dikategorikan sebagai hewan yang terancam punah. (**)