Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Tiger Positif Corona, Kasus Pertama Di Dunia


Eropa Amerika

Tiger Positif Corona, Kasus Pertama Di Dunia

oleh. Virsen A.K- Senin, 06 April 2020 17:36 WIB
IMG
Foto ilustrasi, Harimau Malaysia. Foto: The Verge

Rayapos | Jakarta – Departemen Pertanian AS Mengumumkan pada Minggu Sore waktu setempat, seekor Harimau telah dites dan positif COVID-19 di Kebun Binatang Bronx di kota New York.

Sepengetahuan kami, ini adalah kasus pertama dimana seekor hewan liar sakit karena virus corona yang terpapar dari seseorang,” kata Paul Calle, kepala dokter hewan kebun binatang Bronx. Kemungkinan terpapar dari penjaga kebun binatang yang terinfeksi virus. “Itu perkiraan yang masuk akal,” kata Calle. Pasalnya kebun binatang ini telah ditutup untuk pengunjung sejak 16 Maret.

Saat SARS dulu melanda ada juga beberapa hewan yang dinyatakan positif dilaporkan di Jerman, Hongkong dan Belgia.

Dari kejadian ini para ilmuwan bergegas mempelajari spesies apa saja yang mungkin dapat terinfeksi virus corona.

Kebun Binatang Bronx, Pertama Di Dunia

Nadia, harimau malaysia yang berusia empat tahun ini dites virus pada 2 April, karena sebelumnya mengalami batuk kering pada akhir Maret, menurut Calle. Dua harimau siberia dan tiga singa afrika juga mengalami hal yang sama, batuk dan kehilangan nafsu makan, meskipun mereka belum dites virus. Dan sampai berita ini rilis, belum diketahui bagaimana penyakit ini bisa berkembang pada heman, menurut pengelola Kebun Binatang.

Ketika Nadia mulai menunjukkan gejala, tim dokter hewan melakukan sejumlah tes diagnostik dan pemeriksaan darah. “Mengingat situasi yang terjadi di kota New York saat ini, kami tentu melakukan tes COVID,” Kata Calle. Setelah sampel diambil tim langsung mengirimnya untuk pengujian ke Laboratorium Diagnostik negara bagian New York di Universitas Cornell dan Universitas Illinois di Lab dan fakultas terkait untuk hewan.

Menurut USDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, saat ini tidak ada bukti bahwa hewan liar peliharaan atau penangkaran dapat menyebarkan virus corona baru kepada orang-orang. (Diyakini bahwa virus yang menginfeksi manusia kemungkinan berkembang dari virus corona yang sangat erat hubungannya dengan yang ditemukan pada kelelawar.)

Langkah Berikutnya ?

Ini semua benar-benar baru”, kata Calle, jadi ada banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk apakah harimau dan singa lebih rentan terhadap virus corona daripada hewan lain. Tak satu pun dari kucing besar kebun binatang lainnya, termasuk macan tutul salju, cheetah, macan tutul, macan tutul Amur, dan puma menunjukkan gejala yang sama.

Seperti yang dilansir laman National Geographic, kebun binatang di seluruh negeri telah melakukan upaya ekstra untuk melindungi kera besar dalam perawatan mereka, karena kera besar dapat dengan mudah menangkap penyakit pernapasan dari manusia. Para ahli telah memperingatkan bahwa mereka mungkin sangat rentan terhadap virus corona.

 

Tim Kebun Binatang Bronx akan berbagi informasi diagnostik secara luas dengan kebun binatang dan komunitas ilmiah, kata Calle. "Saya curiga ada kasus lain, dan sekarang kami membagikan informasi ini, saya punya firasat, kemungkinan kasus lain akan muncul."

John Goodrich, kepala ilmuwan dan direktur program harimau di Panthera, organisasi konservasi kucing besar global, prihatin dengan populasi harimau liar. “Kucing besar seperti harimau dan singa sudah menghadapi litani ancaman terhadap kelangsungan hidup mereka di alam liar. Jika COVID-19 melompat ke populasi kucing besar liar dan menjadi penyebab kematian yang signifikan, virus dapat berkembang menjadi keprihatinan yang sangat serius bagi masa depan spesies ini. ”