Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Presiden Korut Kunjungi Korban Bencana di Pelosok Desa


Asia

Presiden Korut Kunjungi Korban Bencana di Pelosok Desa

oleh. Rangga Ansori- Jumat, 02 Oktober 2020 16:21 WIB
IMG
Presiden Korut Kim Jong-un saat meninjau pembangunan pemukiman baru di wilayah terdampak bencana.

RAYAPOS | JAKARTA – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan saudara perempuanya Kim Yo-jong mengunjungi para korban banjir dan angin topan di pelosok-pelosok desa.

Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Jumat (02/10/2020), bersama beberapa tokoh pejabat pemerintahan Korea Utara lainya.

Kunjungan presiden berusia 36 tahun itu guna meninjau langsung kondisi masyarakat usai negaranya di landa musim badai tahunan. Diketahui bahwa badai besar juga melanda beberapa wilayah lain di sekitar selatan Jepang, Semenanjung Korea, hingga Hongkong.

Badai dan banjir diketahui telah merusak ribuan rumah dan menimbulkan kekhawatiran terkait kurangnya persediaan pangan bagi masyarakat di Korea Utara.

Selain melihat keadaan masyarakat, Kim Jong-un juga hendak memantau beberapa proyek pemulihan dan rekonstruksi pasca bencana.

Dikutip Aljazeera, dalam sebuah wawancara dengan media lokal KCNA Kim Jong-un juga sempat memuji percepatan rekonstruksi di Distrik Kimhwa.

Ia mengatakan bahwa badai kali ini merupakan yang terparah dalam kurun waktu beberapa tahun kebelakang.

"Tahun ini telah menjadi salah satu kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

"harmoni artistik dengan lingkungan sekitar dan keragaman telah digabungkan dengan tepat.”

Kendati memuji percepatan rekonstruksi pemukiman di daerah terdampak, ia juga sedikit menyesalkan desain rumah baru yang terkesan monoton.

Pemerintah Korea Utara saat ini tengah fokus pada upaya-upaya terkait rekonstruksi dan pemulihan kondisi pasca dilanda bencana banjir dan badai besar. Selain itu mereka juga dihadapkan dengan masalah pandemi global COVID-19.

Pihak Pyongyang juga telah menyampaikan permintaan maaf terkait pembunuhan salah seorang pejabat mereka yang terinfeksi COVID-19 di perairan lepas pantai Korea Utara.

Hal tersebut merupakan sesuatu yang cukup langka, mengingat Korea Utara merupakan negara yang lekat dengan image pemerintahan tangan besi. (**)