Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Arab Saudi Siap Membuka Kuota Umrah Secara Bertahap


Asia

Arab Saudi Siap Membuka Kuota Umrah Secara Bertahap

oleh. Rangga Ansori- Kamis, 24 September 2020 15:39 WIB
IMG
Para jamaah haji tengah melakukan prosesi Tawaf (memutari ka

RAYAPOS | JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi dikabarkan siap membuka kuota ibadah umrah secara bertahap. Kuota ibadah umrah sementara baru diperuntukan bagi jamaah dalam negeri saja. Kamis (24/09/2020) WIB.

Pemerintah setempat sebelumnya telah menutup semua kegiatan haji dan umrah sejak bulan Maret 2020 lalu. Penutupan tersebut akibat pendemi Virus Corona yang melanda hampir seluruh negara di berbagai belahan dunia.

Berdasarkan laporan dari Saudi Press, pemerintah Arab Saudi akan segera membuka kembali ibadah umrah untuk jamaah dalam negeri secara bertahap. Adapun pembukaan tersebut akan dibatasi sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19 dari otoritas kesehatan setempat.

Pembukaanya sendiri baru akan dimulai pada Minggu (04/09/2020) waktu setempat, berselang tujuh bulan sejak penutupanya.

Rencananya kuota yang disediakan berjumlah sekitar 6.000 jamaah setiap harinya. Jumlah tersebut dinilai dapat mewakili 30% dari keseluruhan kuota jamaah saat sebelum pandemi. Diketahui pemerintah Arab Saudi pada situasi normal membuka kuota hingga mencapai 20.000 jamaah umrah setiap harinya.

Kuota tersebut nantinya akan terus ditingkatkan mulai Sabtu (17/09/2020) hingga mencapai 75% dari jumlah normalnya.

Sedangkan untuk kuota jamaah umrah dari luar negeri baru akan dibuka pada awal November 2020. Namun kuota tersebut hanya akan diperuntukan bagi para jamaah dari beberapa negara yang dianggap aman dari Virus Corona.

Keputusan untuk membuka kembali kuota jamaah umrah muncul setelah pihak pemerintah Arab Saudi menggelar ibadah Haji dengan jumlah terkecil sepanjang sejarah modern. Jumlah jamaah haji yang disinkan hanya berjumlah 10.000 orang saja, jauh jika dibandingkan dengan jumlah jamaah tahun lalu yang mencapai 2,5 juta orang.

Kementerian Haji dan Umrah (SPA) menyebutkan bahwa tidak ada satupun temuan kasus COVID-19 saat itu. (**)