Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Jet Tempur China Masuki Zona Udara Taiwan


Asia

Jet Tempur China Masuki Zona Udara Taiwan

oleh. Rangga Ansori- Kamis, 10 September 2020 15:33 WIB
IMG
Pesawat tempur SU-30 buatan Rusia.

RAYAPOS | JAKARTA – Jet tempur SU-30 dan pesawat angkut Y-9 milik Angkatan Udara China memasuki  zona udara Taiwan.

Dua armada pesawat tersebut teridentifikasi melanggar zona kedaulatan udara negara tetangganya pada Kamis (10/09/2020) waktu setempat.

Pihak militer Taiwan juga sempat melakukan langkah pencegatan terhadap dua pesawat militer asing yang memasuki wilayah zona udara mereka.

Tindakan militer China tersebut kemudian memancing ketegangan antara kedua negara. Pihak Taiwan menilai pelanggaran zona udara itu sebagai langkah provokasi terhadap negaranya.

Dikutip dari Aljazeera, militer China beberapa waktu lalu telah menggelar serangkaian latihan militer di sekitar kepulauan Taiwan.

Padahal hubungan antara kedua negara sedang memburuk, semenjak pihak China mengklaim kepulauan Taiwan sebagai bagian dari wilayah negaranya.

Pihak kementerian pertahanan Taiwan mengecam tindakan sembrono yang dilakukan militer China. Selain itu mereka juga meminta pihak Partai Komunis China untuk mengentikan semua tindakan provokasi terhadap Taiwan.

"Kementerian pertahanan [Taiwan] sekali lagi mendesak Partai Komunis China untuk tidak berulang kali merusak perdamaian dan stabilitas kawasan," katanya.

Hingga saat ini pihak Beijing belum menunjukan respon apapun terkait insiden yang terjadi ditengah ketegangan antara kedua negara.

Taiwan sendiri telah beberapa kali mengeluhkan sikap China yang semakin gencar melancarkan aksi provokasi.

Bahkan beberapa negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris secara terang-terangan telah menunjukan dukunganya terhadap Taiwan.

Kendati telah berhasil mempertahankan kendali pemerintahanya sendiri sejak tahun 1949, tetapi pihak China masih mengklaim Taiwan sebagai sebuah provinsi milik mereka.

Mereka menggerakan sistem ekonomi secara mandiri, mencetak Dollar Taiwan sebagai mata uang, dan mengeluarkan paspor yang diakui oleh dunia internasional.

Namun akibat tekanan politik oleh China, sampai saat ini kedaulatan Taiwan hanya diakui oleh segelintir negara saja. (**)