Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Tumpahan Minyak dari Kapal Tanker Mengancam Perairan Srilanka


Asia

Tumpahan Minyak dari Kapal Tanker Mengancam Perairan Srilanka

oleh. Rangga Ansori- Rabu, 09 September 2020 16:22 WIB
IMG
Beberapa kapal Angkatan Laut Srilanka berusaha memadamkan api.

RAYAPOS | JAKARTA – Insiden kebakaran kapal tanker di Srilanka meninggalkan jejek tumpahan minyak sepanjang satu kilometer. Angkatan Laut Srilanka melaporkan bahwa insiden kebakaran kapal tanker telah terjadi di perairan mereka yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.

Kobaran api berskala kecil diperkirakan telah terjadi sejak Sabtu (05/09/2020), dan baru membesar sehari berikutnya. Titik kobaran api semakin meluas akibat hembusan angin laut yang membesar.

Kapal tanker tersebut diperkirakan memuat sekitar 270.000 ton minyak mentah dan 1.700 ton solar di dalam tanki.

Hembusan angin yang cukup besar bahkan sempat menggeser posisi kapal hingga 20 kilometer (12,5 mil) mendekati bibir pantai.

Kondisi tersebut membuat angkatan laut Srilanka segera mengerahkan armada kapal tunda untuk menarik kapal tersebut ke posisi semua, sekitar 68 kilometer (42 mil) dari bibir pantai.

Pihak angkatan laut Srilanka juga melaporkan bahwa kapal tanker naas itu telah meninggalkan jejak tumpahan solar sepanjang satu kilometer (0,6 mil).

Tumpahan minyak tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan dampak lingkungan serius di sekitar perairan Srilanka.

Terhitung sejak Rabu (09/09/2020), pihak angkatan laut Srilanka telah berhasil memadamkan keseluruhan titik api di badan kapal.

Pemerintah Srilanka saat ini fokus mengupayakan pembersihan tumpahan minyak yang sangat berbahaya bagi ekosistem laut.

Sejumlah bantuan dari negara lain juga telah dikerahkan untuk melakukan upaya pembersihan tumpahan minyak tersebut.

Penjaga Pantai India (ICG) bahkan telah menugaskan beberapa pesawat untuk menyemprotkan cairan kimia pembersih cairan minyak.

Pihak ICG juga menyerahkan sekitar 2.200 kilo bubuk kimia kering kepada angkatan udara Sri Lanka untuk memadamkan kobaran api di badan kapal.

Kapal tanker sepanjang 330 meter yang terdaftar di Panama itu saat ini dalam keadaan rusak berat, bahkan posisinya telah miring.

Kepala jaksa Sri Lanka Dappula de Livera mengatakan bahwa pemerintah akan segera mengajukan klaim kompensasi kepada pihak pemilik kapal.

Selain itu mereka juga meminta pemilik kapal untuk segera menarik armadanya dari wilayah perairan Srilanka. (**)