Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Iran Gelar Uji Coba Rudal Balistik Bawah Tanah


Asia

Iran Gelar Uji Coba Rudal Balistik Bawah Tanah

oleh. Rangga Ansori- Kamis, 30 Juli 2020 15:27 WIB
IMG
Rudal balistik tersebut di luncurkan dari kedalaman bumi pada Rabu (29/07/2020) waktu setempat.

RAYAPOS | JAKARTA – Militer Iran menggelar uji coba Rudal Balistik Bawah Tanah, mereka mengklaim uji coba ini merupakan yang pertama kali di seluruh dunia. Kamis (30/07/2020) WIB.

Pengawal Revolusi Elit Iran mengatakan bahwa senjata rudal balistik tersebut di luncurkan dari kedalaman bumi. Peluncuranya dilakukan pada hari Rabu (29/07/2020), hari tersebut merupakan hari terakhir rangkaian latihan militer di wilayah teluk.

Pihak Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyebut uji coba ini merupakan sebuah gebrakan baru yang mereka ciptakan.

"peluncuran rudal balistik yang sukses dari kedalaman Bumi dengan cara yang sepenuhnya disamarkan"

"prestasi penting yang dapat menimbulkan tantangan serius bagi organisasi intelijen musuh".

Melalui sebuah rekaman video oleh media berita lokal, terlihat asap putih membumbung tinggi ke udara sebelum rudal melesat ke langit.

Selain itu IRGC juga menyebutkan bahwa mereka juga telah merilis bom untuk jet tempur Sukhoi SU-22 yang diarahkan ke sekitar Pulau Bani di perairan teritorial Iran.

Kepala dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh juga sempat mengeluarkan ungkapan bernada pujian atas uji coba senjata tersebut kepada televisi pemerintah.

"Peluncuran ini dilakukan tanpa platform dan peralatan biasa," katanya.

"Rudal yang terkubur tiba-tiba merobek tanah dan mengenai sasaran mereka dengan tepat,"

"untuk pertama kalinya di dunia". tambah Amirali.

Uji coba tersebut hanya berselang sehari sejak insiden penyerangan terhadap kapal induk AS sekitar Selat Harmouz.

Wilayah tersebut merupakan jalur pelayaran vital dunia yang menjadi jalur penghubung distribusi dan perdagangan sekitar seperlima produksi minyak dunia.

Selain itu latihan militer tersebut dilakukan saat ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat tengah memanas. (**)