Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Lancarkan Aksi Balasan, Tiongkok Tutup Kantor Konsulat AS di Chengdu


Asia

Lancarkan Aksi Balasan, Tiongkok Tutup Kantor Konsulat AS di Chengdu

oleh. Rangga Ansori- Jumat, 24 Juli 2020 14:50 WIB
IMG
Pihak Tiongkok telah mengeluarkan perintah bagi AS untuk segera mengosongkan kantor kedutaan mereka di Chengdu dalam jangka waktu 72 jam kedepan.

RAYAPOS | JAKARTA – Pemerintah Tiongkok akhirnya memutuskan untuk melakukan penutupan terhadap kantor kedutaan besar AS di Chengdu, Ibu Kota Provinsi Sichuan, Tiongkok.

Tindakan tegas yang diambil oleh pihak Beijing ini merupakan aksi balasan terhadap AS, dimana sebelumnya pemerintah AS memerintahkan penutupan kantor kedutaan mereka di Houston.

Pihak Tiongkok telah mengeluarkan perintah bagi AS untuk segera mengosongkan kantor kedutaan mereka di Chengdu dalam jangka waktu 72 jam kedepan.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebutkan bahwa tindakan mereka merupakan respon yang sah, dimana AS sebelumnya juga melakukan tindakan yang sama terhadap mereka.

"tanggapan yang sah dan perlu terhadap tindakan tidak masuk akal oleh Amerika Serikat"

"Situasi saat ini dalam hubungan China-AS bukanlah apa yang diinginkan China untuk dilihat,"

"Kami sekali lagi mendesak Amerika Serikat untuk segera menarik kembali keputusan yang salah dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk membawa hubungan bilateral kembali ke jalurnya." ungkapnya dalam sebuah pernyataan.

Selain itu pihak Tiongkok juga menyatakan bahwa mereka siap bertanggung jawab penuh atas tindakan yang mereka lakukan.

Pihak Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak menyebutkan kapan kantor konsulat AS di Chengdu harus mulai dikosongkan.

Namun jika jangka waktu 72 jam dihitung ketika pernyataan penutupan dikeluarkan, maka kantor kedutaan AS di Chengdu harus sudah kosong mulai Senin (27/07/2020) waktu setempat.

"Itu artinya konsulat AS Chengdu akan ditutup Senin pagi," tulis Pimpinan Redaksi Global Times di akun twitter pribadinya.

Diketahui hubungan antara Tiongkok dengan AS mulai mamburuk sejak merebaknya Virus Corona (COVID-19) baru, dan ditambah dengan kontroversi klaim Tiongkok terhadap Laut Cina Selatan. (**)