Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
WOW... Kapal Selam Iran Diangkut Truk


Afrika & Timur Tengah

WOW... Kapal Selam Iran Diangkut Truk

oleh. Djono W. Oesman- Jumat, 10 Juli 2020 21:53 WIB
IMG
Kapal selam Iran diangkut dengan truk trailer. Foto: Facebook

Rayapos | Jakarta - Kapal selam diesel listrik Kilo Class berbobot kosong 2.350 ton milik Iran, dipindahkan menggunakan truk trailer. Pemindahan utuh, bukan dipotong-potong. Luar biasa.

Aksi tak lazim itu diposting akun Twitter @I30MKI yang dipublikasikan situs Forbes.com (8/7/2020). 

Dalam postingan berupa tayangan video, diperlihatkan secara lengkap proses pemindahan tersebut. Meski tidak dijelaskan kapan waktu perekaman video, beberapa sumber menyebut peristiwa tersebut belum lama berlangsung. 


Dari deskripsi pada postingan di Twitter, dikatakan Kilo Class tersebut dalam proses dibawa ke Lanal Bandar Abbas, yang tak lain merupakan pangkalan angkatan laut terbesar Iran, dimana menjadi markas dari satuan kapal selam, termasuk kapal selam mini.

Tidak ada informasi mengenai maksud ‘diangkutnya’ Kilo Class dengan trailer. 

Para analis pertahanan menduga, kapal selam yang dimaksud sedang atau telah dalam masa perbaikan. Iran sampai saat ini mengopersikan tiga unit kapal selam Kilo Class yang didatangkan dari Rusia pada awal dekade 90-an.

Sepanjang tidak ada kekuatan (kapal selam) AS dan Inggris, maka jika dirunut dari spesifikasi, Kilo Class Iran adalah kapal selam terbesar dan terkuat yang ada di kawasan Teluk Persia. 

Meski begitu, usia Kilo Class Iran yang terbilang tua, kini telah mulai dianggap ketinggalan zaman.

Sumber dari Forbes.com menyebut, kapal selam Kilo Class telah mendapatkan sejumlah upgrade, namun ada fitur yang masih kesulitan untuk dipertahankan oleh Iran, yaitu anechoic coating. 

Ini sejenis lapisan karet yang akan mengurangi noise signature, yaitu faktor penting dalam menjaga kadar ‘siluman’ bagi sebuah kapal selam. Dari tayangan video, terlihat Kilo Class Iran telah kehilangan beberapa lapisan anechoic pada lapisan luar lambung.

Analis pertahanan Joseph Dempsey dari International Institute for Strategic Studies (IISS), rupanya telah mempelajari arah ‘gerakan’ dari Kilo Class yang diposting di Twitter tersebut. 

Disebutkan dari analisa citra satelit selama periode Februari-Maret 2020 , nampaknya kapal selam tersebut dibawa dari sebuah galangan di dekat Bostanu. 

Jarak dari galangan kapal di Bostanu ke Lanal Bandar Abbas sebenarnya relatif dekat, yaitu sekitar 25 km dan dihubungkan oleh jalan dengan kondisi cukup baik. (*)