Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Tembakan Drone Tewaskan 2 Pimpinan Al Qaeda di Suriah


Afrika & Timur Tengah

Tembakan Drone Tewaskan 2 Pimpinan Al Qaeda di Suriah

oleh. Djono W. Oesman- Senin, 15 Juni 2020 17:48 WIB
IMG
Militan Hayat Tahrir al-Sham (terkait Al-Qaeda) membubarkan massa di gerbang perbatasan Bab al-Hawa, Suriah. Foto AP / APTN

Rayapos | Jakarta - Pesawat tanpa awak (drone) menyerang kendaraan darat, menewaskan dua orang unsur komandan Al Qaeda di barat laut Suriah, Minggu (14/6/2020).

Dikutip dari AF melalui military.com, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berpusat di Inggris, melalui seorang pemantau perang oposisi, mengatakan, serangan itu diyakini dilakukan koalisi pimpinan Amerika.

Diketahui, Amerika (AS) telah menargetkan para ekstremis di Suriah, khususnya Al Qaeda, sejak bertahun-tahun.

Tembakan drone mengenai kendaraan yang membawa dua komandan - Yordania dan Yaman - di provinsi barat laut Idlib. Seperti dietahui, Idlib  benteng pemberontak yang tersisa di Suriah yang kini terus dilanda perang. 

Idlib didominasi oleh militan yang terkait dengan al-Qaeda, sekaligus juga rumah bagi sekitar 3 juta warga sipil.

Observatorium mengatakan, orang-orang yang terbunuh itu bersama kelompok Horas al-Din yang terkait dengan al-Qaeda.

Horas al-Din adalah elemen hardcore al-Qaeda yang memisahkan diri dari Hayat Tahrir al-Sham, kelompok pemberontak terkuat di kantong Idlib.

Al-Mohrar Media, seorang aktivis kolektif di Suriah utara, mengatakan, yang tewas adalah komandan militer umum Horas al-Din, yang dikenal sebagai Qassam al-Urduni, atau "Qassam the Jordanian." 

Dikatakan, pria kedua adalah warga negara Yaman yang dikenal sebagai Bilal al-Sanaani, komandan kelompok yang disebut "tentara gurun".

Pada Desember 2019, serangan pesawat tak berawak menewaskan seorang komandan senior Horas al-Din, warga negara Yordania Bilal Khuraisat, juga dikenal sebagai Abu Khadija al-Urduni.

Pada Juli 2019, militer AS mengatakan, pihaknya menyerang sebuah fasilitas pelatihan dan kepemimpinan al-Qaeda di Suriah utara. 

Pihak militer AS mengatakan, fasilitas pelatihan yang diserang itu mengancam orang Amerika dan sedang merencanakan penyerangan.

Komando Pusat AS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada saat itu, bahwa serangan itu terjadi di dekat provinsi utara Aleppo.

Di negara tetangga Libanon, tentara Libanon mengatakan militer melakukan operasi di kota timur Brital pada hari Minggu (14/6/2020) membebaskan 23 orang, termasuk wanita dan anak-anak, yang diculik dua minggu lalu.

Militer mengatakan mereka yang dibebaskan di Brital, yang berbatasan dengan Suriah, termasuk warga Suriah yang disandera. Itu tidak memberikan rincian lebih lanjut. (*)