Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Virus Ebola Kembali Mewabah Di Kongo


Afrika & Timur Tengah

Virus Ebola Kembali Mewabah Di Kongo

oleh. Rangga Ansori- Selasa, 02 Juni 2020 10:59 WIB
IMG
Virus Ebola telah menjadi ancaman serius di Afrika sejak pertama kali di indentifikasi pada tahun 1976.

Rayapos | Jakarta – Wabah Virus Ebola Baru kembali muncul di Republik Demokraktik Kongo, dimana virus mematikan ini menjadi ancaman serius di tengah situasi pandemi Campak dan COVID-19. (02/06/2020) WIB.

Otoritas kesehatan setempat mengatakan bahwa sampai saat ini dampak Virus Ebola Baru telah menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan menginfeksi sekitar 2 orang di Mbandaka, sebuah kota di sisi barat  Kongo yang berpenduduk sekitar 1,2 Juta orang.

Sebelumnya Pemerintah Kongo telah berencana untuk mencabut status pandemi Virus Ebola yang telah berlangsung selama hampir 2 tahun, dimana dalam jangka waktu tersebut telah tercatat 2.275 orang meninggal dunia karena terinfeksi Virus Ebola.

Namun setelah kejadian tersebut nampaknya rencana pencabutan status pandemi tersebut harus di kaji ulang karena pada kenyataanya pemerintah masih menghadapi adanya kemungkinan penularan yang cukup serius.

Dilansir dari Nytimes, saat ini belum ada keterangan lebih lanjut terkait penyebab kemunculan wabah Virus Ebola di sisi barat yang jaraknya sekitar 750 mil dari area bertatus pandemi, sebelumnya status pandemi Ebola di tetapkan pada sisi timur negara.

Matshidiso Rebecca Moeti, direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia untuk Afrika menulis di akun twitter pribadinya terkait komitmen bersama antara WHO dan Otoritas Kesehatan setempat terkait upaya-upaya mengendalian Virus Ebola Baru di Kongo.

“Dengan setiap pengalaman kami merespons lebih cepat dan lebih efektif,” tulis Dr. Moeti.

Penyakit mematikan yang menyebabkan demam, pendarahan, penurunan metabolisme, dan sakit perut ini di tularkan melalui kontak fisik dengan penderita yang telah terinfeksi.

Republik Demokratik Kongo yang merupakan negara terbesar di Afrika (sub Sahara) saat ini telah menerapkan larangan berpergian untuk warga masyarakatnya, langkah ini di ambil untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona yang saat ini menjadi ancaman baru setelah Ebola dan Campak.

Wabah Virus Corona sendiri telah menginfeksi sekitar 3.049 warga Kongo, sedangkan kasus kematianya telah mencapai jumlah 71 orang. Sedangkan Virus Campak telah menginfeksi sekitar 350.000 orang sejak awal tahun 2019, dimana kasus kematianya telah mencapai angka 6.500 orang. (**)