Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Produk Seafood Tiruan Makin Diminati Di AS, Produsen Masih Minim


Makanan

Produk Seafood Tiruan Makin Diminati Di AS, Produsen Masih Minim

oleh. Rangga Ansori- Senin, 15 Juni 2020 17:26 WIB
IMG
Produk seafood tiruan cumi-cumi dan udang merupakan yang paling diminati.

RAYAPOS | JAKARTA – Perusahaan produsen produk makanan di Amerika Serikat mulai melirik segmen vegan, beberapa diantaranya fokus untuk mengembangkan produk sea food yang dapat dikonsumsi oleh para vegan. Senin (15/06/2020) WIB.

Vegan sendiri berbeda dengan Vegetarian yang masih bisa mengkonsumsi jenis makanan turunan hewani, penganut gaya hidup vegan sama sekali tidak mengkonsmsi makanan yang berasal dari bagioan tubuh makhluk hidup.

Keterbatasan menu makanan bagi para penganut gaya hidup vegan membuat beberapa perusahaan produksen makanan melihat peluang bisnis di segmen ini.

Beberapa produk makanan nabati kemudian disulap hingga menyerupai seafood, diantaranya seperti tahun yang dibungkus rumput laut, Irisan terong yang diasinkan diatas nasi, hingga potongan protein legum yang dilapisi minyak dan rempah-rempah.

Produk makanan ini dibuat menyerupai olahan makanan laut seperti ikan-ikan, kepiting, unagi, dan tuna kalengan.

Makanan tiruan semacam ini sebenarnya bukan merupakan barang baru, sebelumnya juga sudah marak beredar produk makanan yang menggunakan perisa rasa ikan dan udang.

Namun peningkatan minat terhadap produk makanan laut tiruan ini bukanya tidak menghadapi masalah, faktanya saat ini masih sedikit produk makanan laut tiruan yang memiliki cita rasa yang mumpuni.

Produk makanan tiruan yang selama ini beredar dianggap kurang menjual dari segi rasa, rata-rata produk tersebut rasanya terlalu hambar.

Saat ini produk makanan laut tiruan merupakan segmen kecil dalam rantai pasokan produk makanan di seluruh Amerika.

Presentasi pendapatkan dari penjualan produk makanan laut tiruan bahkan tidak sampai 2% dari keseluruhan penjualan daging nabati di seluruh Amerika, segmen ini hanya menghasilkan keuntungan sekitar 9,5 juta Dollar AS saja.

Selain itu perusahaan juga kesulitan untuk membuat produk makanan laut tiruan yang teksturnya lebih solid dan cenderung identik dengan produk ikan asli.

Keadaan ini juga masih dipersulit dengan keterbatasan riset perusahaan dalam menciptakan produk baru, mayoritas perusahan saat ini masih terfokus pada perbaikan kualitas produknya yang sudah dilepas di pasaran. (**)