Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Uji Klinis Dimulai, Indonesia Segera Produksi 150 Juta Vaksin Corona


Kesehatan

Uji Klinis Dimulai, Indonesia Segera Produksi 150 Juta Vaksin Corona

oleh. Kemal Setiawan- Rabu, 12 Agustus 2020 08:39 WIB
IMG
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi uji klinis vaksin Corona di Bandung, Selasa (11/8/2020). Foto: Bio Farma

Rayapos | Bandung - Uji klinis vaksin Corono disuntikkan ke 20 relawan di Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa (118/2020) kemarin. Jika proses uji selesai, sekitar akhir tahun ini, Indonesia bisa produksi 150 juta vaksin Corona.

Uji klinis terhadap 20 relawan itu, sebagai tanda resmi dimulainya uji klinis fase 3 vaksin covid-19 tersebut. Jumlah relawan yang akan diuji 1.600 orang.

Dimulainya uji klinis vaksin covid-19 tersebut juga disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi juga melakukan peninjauan fasilitas dan kapasitas produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma.

Dalam rilis Bio Farma tersebut, kedatangan Joko Widodo ke Bandung dalam kegiatan ini, turut didampingi jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Antara lain, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN sekaligus sekaligus Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN), Erick Thohir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepaka Badan POM, Penny K Lukito, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Kita bangga dengan kemampuan perusahaan BUMN, Bio Farma yang bekerjasama dengan lembaga Sinovac asal China karena sudah memasuki uji klinis tahap ketiga. Tidak banyak negara atau lembaga penelitian yang sudah mencapai uji klinis hingga tahap ini,” ujar Erick Thohir.

Erick Thohir mengucapkan terima kasih kepada para relawan, tim laboratorium Bio Farma dan Sinovac, serta Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang bisa mewujudkan tahapan krusial ini.

“Kini kita tunggu enam bulan ke depan. Mohon dukungan dan doa atas vaksin yang saya pastikan halal ini. Insya Allah, jika uji klinis fase 3 ini berjalan lancar, kamis siapkan registrasi ke Badan POM untuk kemudian diproduksi masal dan bisa digunakan mengatasi virus Covid-19 ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan dunia saat ini sedang membutuhkan vaksin Covid-19.

Dari ratusan lembaga penelitian yang mengembangkan vaksin Covid-19, tidak banyak lembaga penelitian yang sudah sampai pada tahapan uji klinis fase 3, salah satunya adalah Sinovac dari Cina.

“Diperlukan uji klinis tahap 3 sebelum vaksin Covid-19 ini bisa diproduksi. Uji klinis merupakan tahapan yang perlu dilalui untuk semua produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin," jelasnya.

"Demikian juga dengan Uji klinis vaksin Covid-19, yang sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali, mulai dari uji pre-klinis, Uji klinis tahap 1 hingga Uji Klinis tahap 2 di China dan hasilnya sudah diketahui oleh Badan POM RI," tambahnya.

Bio Farma dengan Sinovac, lanjut Honesti memiliki kesamaan platform antara vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac, dengan kemampuan Bio Farma dalam memproduksinya yaitu inactivated vaccine.

Selain kesamaan platform, alasan pemilihan sinovac adalah karena mereka memiliki pengalaman dalam hal pengembangan vaksin dalam kondisi pandemi, seperti pembuatan vaksin SARS.

Perusahaan Sinovac juga sudah mempunyai produk yang memenuhi Pre-qualifikasi WHO.

150 Juta Dosis

Hal lainnya adalah ada kerjasama yang dilakukan bersama Bio Farma dalam hal produksi vaksin Lain.

Dalam uji klinis 3 vaksin Covid-19 tersebut, Bio Farma akan bekerja sama dengan Tim Peneliti Uji Klinis fase 3 Fakultas Kedokteran UNPAD Bandung selama enam bulan kedepan.

Apabila Uji Klinis Fase 3 berjalan lancar, maka berikutnya adalah regristrasi ke Badan POM.

“Indonesia melalui Bio Farma, sudah mempersiapkan fasilitas produksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas maksimal sebanyak 100 juta dosis, dan pada akhir Desember 2020, akan ada tambahan kapasitas produksi sebanyak 150 juta dosis," kata Honesti.

"Mudah–mudahan kapasitas yang kami miliki ini, dapat membantu pemerintah RI dalam menghadapi dan mengatasi pandemi Covid-19 melalui produksi vaksin Covid-19," tambahnya.

Kapasitas yang ada di Bio Farma untuk produksi vaksin Covid-19 ini, akan memanfaatkan fasilitas produksi yang sudah ada di lahan Bio Farma.

Sehingga tidak perlu melakukan tambahan investasi untuk memproduksi vaksin Covid-19 ini. (*)