Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Fans Liverpool Sean Cox Kembali Pulih Setalah Tragedi Kekerasan Supporter Dua Tahun Lalu


Bola

Fans Liverpool Sean Cox Kembali Pulih Setalah Tragedi Kekerasan Supporter Dua Tahun Lalu

by. Rangga- 23 Mar 331 Views
IMG
Pemain Liverpool memberikan dorongan moril untuk kesembuan Sean. Foto : liverpoolfc.com

Rayapos | Jakarta – Fans Liverpool Sean Cox yang menjadi korban tragedi kekerasan antar supporter kala tuan rumah Liverpool menjamu tamunya AS Roma pada Leg Pertama Semi Final Liga Champions 2017/2018 di Stadion Anfield telah dinyatakan pulih dan bisa kembali ke rumah, Minggu (22/03/2020) waktu setempat.

Sean saat itu mengalami cedera parah hingga mengalami koma dalam jangka waktu yang sangat panjang, sehingga mengharuskan dirinya menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Berdasarkan konsirmasi sang istri melalui akun Facebook pribadinya, Fans berat The Rads itu kini telah kembali ke rumah dan dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

"Ini adalah hari yang kita sebagai keluarga telah lama nantikan," tulisnya.

“Sementara Sean masih memiliki jalan yang panjang untuk bepergian, membawanya pulang bersama kami adalah langkah yang sangat penting karena kami bersatu kembali sebagai unit keluarga.

“Saya tidak bisa berterima kasih banyak kepada mereka yang telah membantu Sean selama dua tahun terakhir. Tanpa ragu, dukungan ini telah memungkinkan hari ini.

“Secara khusus, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada staf yang luar biasa di Marymount Care Center di Lucan atas perawatan dan dukungan yang mereka berikan kepada Sean selama beberapa bulan terakhir.

"Pada saat tinggal di rumah membawa arti baru bagi kita semua, jelas bahwa tidak ada tempat lain yang lebih disukai Sean." lanjutnya.

Sean Cox mengalami cedera otak dimana saat itu dirinya di serang oleh supporter lawan di sekitar kawasan Stadion Anfield, Merseyside, Inggris.

Sementara itu seorang supporter AS Roma bernama Simone Mastrelli diamankan oleh pihak kepolisian setelah dirinya menyerahkan diri, pelaku diganjar hukuman dua tahun penjara atas kasus kekerasan.