Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Saham Dow Jones Terpuruk 2.000 Poin


Bisnis

Saham Dow Jones Terpuruk 2.000 Poin

by. Virsen A.K- 10 Mar 332 Views
IMG
Pasar Saham Dow Jones

Rayapos | Jakarta - Indeks saham anjlok begitu cepat pada Senin waktu Amerika sehingga perdagangan di New York Stock Exchange dihentikan sementara untuk pertama kalinya sejak Oktober 1997. Dow Jones Industrial Average kehilangan 2,013 poin efek dari kepanikan dan ketakutan yang berdampak pada ekonomi karena epidemi virus corona. Indeks blue chip turun hampir 7,8%, dan S&P 500 jatuh 7,6%.

Fenomena ini menjadi yang terburuk untuk pasar saham sejak 2008 silam saat AS mengalami krisis keuangan.

Perdagangan berhenti selama 15 menit paska turunnya saham S&P 500 sebesar 7% sejak dimulainya perdaganan hari itu ditambah lagi penurunan harga minyak yang mengejutkan di Arab Saudi.

Ini adalah penghentian perdagangan pertama sejak 27 Oktober 1997 ketika Dow Jones turun 554 poin (7,2%).

Dari Februari sampai saat ini Dow dan S&P 500 telah turun sekitar 19% dan akan sangat berbahaya jikat mencapai penurunan diatas 20%.

Pengaruh virus corona bisa berdampak pada resesi ekonomi global dengan kekacaunan pada pasar keuangan. Di Asian dan Eropa juga telah mengalami hal yang sama.

Harga minyak juga jatuh sekitar 25% pada hari Senin setelah langkah Saudi yang tidak terduga.

Selama akhir pekan, Arab Saudi mengumumkan diskon harga minyak yang menakjubkan, dari 6$ hingga 8$ per barel.

Hal ini berbeda dengan kejadian akhir pekan lalu dimana setelah berminggu-minggu negosiasi antara OPEC dan Rusia yang pada akhirnya Rusia tetap tidak mau memotong produksi untuk menjaga harga tidak jatuh karena pengaruh kekhawatiran ekonomi terhadap virus corona.

Perang harga minyak datang di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa virus corona akan menghantam keras ekonomi global ketika pabrik-pabrik tutup, rencana perjalanan dibatalkan dan pengeluaran terhenti. Di kawasan industri Italia contohnya, 16 juta orang dikarantina ketika negara itu berjuang untuk mengendalikan wabah virus corona di sana.

Di seluruh dunia, ada lebih dari 110.000 COVID-19 kasus, termasuk lebih dari 7.000 masing-masing di Korea Selatan, Italia, dan Iran, menurut informasi yang dimuat oleh Whiting School of Engineering dari Johns Hopkins University.

Berita ini dilansir oleh npr.com.

Category