Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Anak Kim Jong Un Masih TK


Asia

Anak Kim Jong Un Masih TK

27 Apr 233 Views
IMG
Kim Jong Un. Foto: AFP

Rayapos | Jakarta - Warga dunia kini menggunjing suksesi kepemimpinan Korea Utara (Korut). Warga hanya bisa menggunjing, sebab kabar kematian Kim Jong Un tak terkonfirmasi.


Seandainya Kim Jong Un benar-benar meninggal, maka nasib Korut diprediksi dalam bahaya.


Dikutip dari The Washington Post Senin (27/4/2020), bahayanya adalah perang saudara di sana. Dan, warganya mengungsi kemana-mana.


The Washington Post memuat analisis Sue Mi Terry, peneliti senior di Center for Strategic and International Studies, Amerika.


Diprediksi, jika Kim meninggal, tidak jelas penggantinya. Sebab, anak-anak Kim Jong Un kini masih seusia Taman Kanak-kanak.


Terry menerangkan, kandidat terkuat untuk menjadi penguasa negara yang menganut ideologi Juche itu adalah adik perempuan Kim, yakni Kim Yo Jong.


Sebenarnya, Kim mempunyai kakak lelaki bernama Kim Jong Chul. Namun ayah mereka, Kim Jong Il, tidak memilih Jong Chul jadi ahli waris pemimpin.


"Kim Jong Chul dianggap terlalu lemah," ulas Terry yang juga sebagai analis senior CIA untuk Korea.


Ada, paman Kim, yakni Kim Pyong Il, yang menjadi diplomat selama 40 tahun dan baru-baru ini kembali ke Pyongyang. 


Tetapi, Terry memprediksi Kim Pyong Il hanya akan menjabat sebagai penasihat Kim Yo Jong daripada sebagai penguasa Korut.


Kim Yo Jong paling dipercaya sang kakak, Kim Jong Un, dan jadi ujung tombak berbagai pertemuan Kim dengan pemimpin negara lain.


Masalahnya menurut Terry, apakah negara yang didominasi pria dan menganut paham Konfusius itu akan mengizinkan perempuan menjadi pemimpin tertinggi?


Kandidat dari luar Dinasti Kim adalah Marsekal Madya Choe Ryong Hae, anggota Politbiro sekaligus Wakil Ketua Partai Buruh.


Jika Choe sampai memimpin Korea Utara, maka artinya dinasti Kim telah berpindah ke dinasti Choe. 


Keluarga Choe dekat dengan Kim Yo Jong, namun sang jenderal juga berambisi merebut kekuasaan daripada mendukung generasi Kim selanjutnya.


Sebab ketika Kim Jong Un berkuasa sembilan tahun silam, dia mengeksekusi dua pejabat tertinggi, seakan memberi jalan bagi Choe.


Selain itu, sebagai orang yang pernah tersisihkan di masa lalu, Choe besar kemungkinan berpendapat bahwa dia harus berkuasa jika ingin bertahan.


Jika Choe Ryong Hae berkuasa, besar peluang dia akan mempertahankan status quo.


Meski begitu, kemampuannya di dunia internasional tak sebanding dengan Kim.


Skenario terburuk adalah karena tidak ada pengganti yang dianggap setara, maka para petinggi Korea Utara akan saling berebut kekuasaan.


Skenario tersebut akan membuat negara yang mengklaim sebagai salah satu kekuatan nuklir dunia itu berada dalam kondisi ricuh.


Terry menjelaskan apa pun yang terjadi, kondisi kesehatan sang pemimpin tertinggi adalah risiko terbesar bagi rezim tersebut.


Karena itu, dia meyakini AS harus mulai berkonsultasi dengan China, mitra dagang sekaligus sekutu terbesar Korut, untuk menghadapi kemungkinan gejolak.


Sebab, jika kedua negara kuat itu tak bertindak tepat waktu, peluang rakyat Korut eksodus untuk mengungsi semakin besar.


Selain itu jika gejolak itu sampai terjadi dan berlarut-larut, ada peluang juga senjata nuklir mereka bakal dijual ke berbagai tempat.


Sementara itu, jangan lupa masih ada para pangeran Korea Utara yang memiliki posisi sama, dan punya hak menjadi pemimpin Korea Utara. 


Setidaknya ada 6 pangeran yang bisa menggantikan Kim Jong Un, tetapi cukup berat dari sisi politis. 


Mereka ada yang merupakan paman Kim Jong Un, sepupu, keponakan Kim Jong Un, bahkan kakak.


Inilah daftarnya : 


1. Kim  Jong Chul


Ini adalah kakak kandung Kim Jong Un. 


Namun Kim Jong Chul sudah sejak lama dicoret dari daftar pewaris tahta oleh sang ayah, Kim Jong Il. 


Kim Jong Il kurang menyukai gaya dari Kim Jong Chul. 


Dan tampaknya Kim Jong Chul juga tidak tertarik dengan politik.


2. Kim Han Sol


Kim Han Sol adalah anak Kim Jong Nam, artinya dia adalah keponakan dari Kim Jong Un.


Kim Jong Nam sendiri sudah meninggal pada tahun 2017. 


Banyak pihak yakin Kim Jong Nam dibunuh lewat perencanaan agen intelijen Korea utara. 


Kim Han Sol lahir di Pyongyang, Korea utara pada 16 Juni 1995. Kini 25 tahun. 


Dia pernah kuliah di Campus du Havre de Sciences Po Paris.


Kim Han Sol dikabarkan pernah hendak menjadi target pembunuhan, tapi gagal.


3. Kim Geum Sol 


Kim Geum Sol adalah anak laki-laki Kim Jong Nam. Usianya kini 21. 


Tidak banyak informasi mengenai Kim Geum Sol


4. Kim Pyong Il


Kim Pyong Il dulu saingan Kim Jong Il (ayah Kim Jong Un) ketika Kim Il Sung tengah mencari pengganti dirinya. 


Usia Kim Pyong Il saat ini 65.


Kim Pyong Il adalah anak laki-laki pertama dari istri kedua Kim Il Sung (pendiri Korut). 


Dahulu ibu Kim Pyong Il sempat berpengaruh dalam panggung politik Korea Utara pada tahun 1970an. 


Sang ibu juga berusaha menjadikan Kim Pyong Il sebagai penerus Kim Il Sung. 


Tapi segalanya kandas lantaran Kim Il Sung lebih memilih Kim Jong Il. 


Bahkan ibu Kim Pyon Il kemudian dijadikan tahanan rumah. 


Kim Pyon Il kemudian diberi jabatan pemerintahan sejak tahun 1998. Jadi duta besar Korea Utara di negara-negara Eropa. 


Terakhir Kim Pyong Il jadi duta besar Korea Utara di Republik Cheko. 


Sehabis Kim Jong Nam dibunuh, Kim Pyong Il juga sempat disebut-sebut menjadi sasaran pembunuhan. 


Tetapi hal itu tidak pernah terjadi. 


5. Kim Yong Il


Kim Yong Il adalah adik Kim Pyong Il.


Dia juga pernah menjabat beberapa posisi penting di pemerintahan Korea Utara. 


Tidak terlalu lengkap data-data mengenai Kim Yong Il. 


6. Kim In Kang


Kim In Kang adalah anak laki-laki satu-satunya Kim Pyong Il. 


Berkat lama hidup di Eropa, Kim In Kang pun tumbuh dengan pendidikan yang baik. 


Dari wikipedia, diketahui bahwa Kim Pyong Il memiliki 3 anak, dan satu diantaranya adalah laki-laki.


Sehingga amat memenuhi syarat untuk menggantikan Kim Jong Un.


Anak laki-laki Pyong Il diketahui bernama Kim In-kang yang kini berusia 39 tahun.


Kim In Kang memiliki otak yang cerdas, bahkan ia kini sudah meraih gelar Phd dari salah satu universitas di Polandia. (*)

Category