Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Kim Jong Un Dikabarkan Kritis, Spekulasi Munculnya Pengganti


Asia

Kim Jong Un Dikabarkan Kritis, Spekulasi Munculnya Pengganti

25 Apr 268 Views
IMG
Kim Jong Un punya banyak selir. Salah satu syarat selir: Perawan. Foto: independent.co.uk

Rayapos | Jakarta - Kesehatan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan kritis, pasca operasi kardiovaskular. Muncul spekulasi tentang calon penggantinya.


Tapi, kebenaran kabar tersebut tidak mungkin terkonfirmasi, sebab Korea Utara negara tertutup.


Bahkan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pun bisa menyebut, bahwa itu hanya berita bohong. 


Kim Jong Un adalah pemimpin Korut ketiga. Yang pertama adalah kakeknya, Kim Il Sung (pendiri Korut).


Pemimpin kedua adalah ayah Kim Jong Un, yakni Kim Jong Il.


Bagaimanakah keluarga Kim berkuasa turun-temurun di sana?


Berawal tahun 1930-an. Jepang berkuasa atas semenanjung Korea (belum ada pembagian utara-selatan). 


Dikutip dari wikipedia, penguasaan Jepang atas Korea sebenarnya sudah terjadi sejak 1905, Jepang memaksa Korea untuk menandatangani Perjanjian Eulsa yang menjadikan Korea sebagai protektorat Jepang dan pada 1910 Jepang mulai menjajah Korea.


Saat itu sudah muncul pergerakan kemerdekaan Korea. Dilakukan pemerintahan sementara Republik Korea. 


Tapi, mereka aktif di luar Korea. Yakni, di Manchuria, Tiongkok, dan Siberia. 


Di id.rbth.com dalam tulisan berjudul 'Bagaimana Uni Soviet Membentuk Pendiri Korea Utara Kim Il-sung?', pada 1925-an warga Korea membentuk kelompok-kelompok gerilya melawan Jepang. 


Saat itu, kakek Kim Jong Un, Kim Il Sung (lahir 1912), masih remaja. 


Pada 1930-an, Kim Il Sung masuk kelompok gerilya melawan Jepang.


Peranan Kim Il Sung dalam pasukan gerilya, naik pamor akibat Perang Pochonbo pada 1937. Dia pemimpin pasukan.


Pertempuran Pochonbo membuat Kim Il Sung masuk daftar pencarian orang (DPO) pemerintah Jepang. 


Kim Il Sung dan pasukannya kemudian mengalami pertempuran yang sulit dan rumit sepanjang 1937 - 1940. 


Kawan-kawan Kim Il Sung tewas di pertempuran. Jepang terus memburu Kim Il-sung.


Pada 1940, Kim Il Sung memimpin sisa pasukannya melintasi Sungai Amur ke wilayah Soviet. Bersembunyi.


Setelah diverifikasi otoritas Soviet, mereka diizinkan tinggal.


“Beberapa masuk ke Tentara Merah, lainnya mengambil kewarganegaraan Soviet, jadi petani dan bekerja di industri,” tulis sejarawan Andrei Lankov dalam bukunya tentang Korea Utara.


Kim Il Sung mendaftar ke Sekolah Infanteri Khabarovsk di Soviet.


Dua tahun Kim belajar militer di bawah perwira-perwira Soviet.


Khabarovsk menjadi tempat teraman bagi Kim Il Sung selama 10 tahun terakhir. 


Di sana anak pertamanya (dari istri Kim Jong-suk) lahir. Diberi nama Yuri Irsenovich Kim. Kemudian berubah jadi Kim Jong Il. 


Musim panas 1942, Uni Soviet mengumpulkan gerilyawan Korea. Mereka dimasukkan ke Brigade Senapan Khusus Ke-88. Di situ ada satu batalion Korea dan dua batalion Tiongkok.


Brigade itu dipimpin partisan Tiongkok, Zhou Baozhong. 


Atas rekomendasi Zhou Baozhong, Kim dijadikan Komandan Batalion Korea, diberi pangkat kapten Tentara Merah Buruh dan Petani.


Brigade Ke-88 tidak ikut dalam peperangan melawan Jepang. Brigade ini dibubarkan setelah Tokyo menyerah.


Sampai di situ, sebenarnya Kim Il Sung merasa masa depannya cerah di Uni Soviet. Tapi, dia kan bukan orang Soviet.


Pada 1945, Perang Dingin Uni Soviet - Amerika Serikat memuncak. Nyaris meledak.


Pada Agustus 1945, dua negara superpower tersebut membagi kekuasaan atas Semenanjung Korea.


Korea Utara didukung Uni Soviet. Korea Selatan didukung Amerika Serikat. 


Oktober 1945, Kim Il Sung ditunjuk oleh pimpinan Soviet, jadi asisten komandan Ibu Kota Korea Utara, Pyongyang.


Waktu itu Kim Il Sung sudah perwira paling senior di Brigade ke-88. Dia di-pulang-kampung-kan.


Pada 14 Oktober 1945, di Stadion Kota Pyongyang, Jenderal Soviet, Ivan Chistyakov menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Kim Il-sung.


Itu di hadapan rakyat Korea. Di sana Jenderal Ivan Chistyakov berpidato. Dilanjutkan pidato Kim Il-sung mendukung Soviet. Kim jadi pemimpin boneka Soviet di Korea.


Kurun 1945-1948 tentara dan perwakilan Soviet, membangun rezim komunis di wilayah utara Korea. Jadilah Korea Utara.


Di bagian selatan, pemerintah militer dibentuk Amerika Serikat.


“Pyongyang adalah kota terbesar yang diduduki pasukan Soviet, dan perwira Korea paling senior di Brigade Ke-88 adalah Kim Il-sung. Jadi tidak heran ia ditunjuk sebagai asisten komandan ibu kota,” tulis Lankov.


Akhirnya, Soviet melepaskan Kim Il-sung jadi pemimpin Korea Utara. Tapi, tetap jadi pendukung Soviet. Sama-sama negara komunis.


Jika ada masalah internasional, khususnya berhubungan dengan Amerika, Kim Il-sung tetap minta bantuan Soviet. Ibarat anak dan bapak.


Seperti itulah keluarga Kim Jong Un memperoleh kekuasaan atas Korea Utara. Panjang dan berliku. 


Kekuasaan Kim Il Sung berakhir pada 1994 dan diturunkan kepada anaknya, Kim Jong Il. 


Kekuasaan Kim Jong Il berakhir pada tahun 2011, dan diturunkan kepada anaknya, Kim Jong Un. (*)

Category