Ahok Pernah Sakit Parah di Penjara

Ahok Pernah Sakit Parah di Penjara




Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)


Rayapos | Jakarta - Tidak banyak yang tahu, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya problem kesehatan saat dipenjara di Mako Brimob. Bahkan parah.


Baru-baru ini Ahok menceritakan suka duka mendekam di rutan Mako Brimob kepada Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PKPI.


Ahok sempat mengalami stress. Tensi darahnya menurun drastis.


Kisah Ahok itu disampaikan kembali oleh Diaz Hendropriyono melalui unggahan Instagram miliknya.


Dilansir dari Instagram Diaz Hendropriyono, Sabtu (10/8/2019), Ketua Umum PKPI itu menyampaikan pertemuan dirinya bersama Ahok selama dua jam.


"Hari ini kedatangan Pak Ahok. Berbicara kurang lebih dua jam sambil makan malam. Beliau bicara suka duka di Mako Brimob," tulis Diaz di kolom caption.


Saat sedang stress, tensi darah Ahok mencapai 70/50 mmHG.


Ahok pun dibantu seorang dokter untuk menaikkan tensi darahnya.


Sosok dokter berhijab di Mako Brimob yang menolongnya, membuat Ahok sampai kagum.


Dokter berhijab yang menolong Ahok tersebut diketahui berasal dari Aceh.


Untuk menaikkan kembali tensi darah Ahok, sang dokter menanganinya dengan cara yang sangat sederhana.


Sang dokter hanya memberikan teh hangat. Sambil mengajak Ahok mengobrol tentang pasukan oranye.


Ahok pun langsung semangat bercerita kepada sang dokter.


Setelah beberapa saat, tensi Ahok diperiksa. Ternyata tensinya mengalami kenaikan. Tensi Ahok sudah naik menjadi 90/60 mmHG.


"Emang hebat nih dokter, tau aja cara naikin tensi," ungkap Ahok.


Dehidrasi terkadang menyebabkan tekanan darah menurun. Untuk menaikkan, dianjurkan minum banyak air.


Maka tindakan dokter di Mako Brimob itu sangatlah tepat.


Tekanan darah rendah memang tidak populer dibanding hipertensi. Padahal, bisa membuat si penderita pusing bahkan pingsan.


Pengidap tekanan darah rendah wajib waspada. Sebab tekanan darah rendah kerap menyerang tanpa kenal waktu.


Misalnya, sedang asyik menjalani suatu aktifitas, tiba-tiba merasa pusing. Pada kasus ekstrem, bisa pingsan. (*)