Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Pangeran Faisal dan 150 Bangsawan Saudi Positif Covid-19


Afrika & Timur Tengah

Pangeran Faisal dan 150 Bangsawan Saudi Positif Covid-19

10 Apr 169 Views
IMG
Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al-Saud (70)

Rayapos | Jakarta - Pangeran Arab Saudi yang juga saudara Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud (84), Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al-Saud (70), dilaporkan terinfeksi Covid-19.


Pangeran yang juga merupakan Gubernur Riyadh itu tak sendiri. Ia dinyatakan positif virus corona bersama 150 bangsawan anggota Kerajaan Arab Saudi lainnya.


Demikian laporan Aljazeera. Dikabarkan pula, bahwa Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) mengasingkan diri untuk menghindari wabah.


Para dokter di rumah sakit elite yang merawat bangsawan saat ini sedang mempersiapkan 500 tempat tidur tambahan.


Itu untuk menampung sekitar 150 bangsawan anggota Kejaraan Arab Saudi yang positif Covid-19, dalam beberapa pekan terakhir.


Operator fasilitas elite Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal, melalui 'peringatan tinggi' yang dikirim secara elektronik pada Selasa (7/4/2020) kepada para dokter senior, mengatakan:


"Kami tidak tahu berapa banyak kasus yang akan kami tangani, tetapi kami tetap waspada," 


Pesan tersebut juga menginstruksikan: Semua pasien kronis untuk dipindahkan secepatnya, dan hanya kasus mendesak yang akan diterima.


Dalam surat peringatan itu juga disampaikan bahwa setiap anggota staf yang terinfeksi sekarang, akan dirawat di rumah sakit yang kurang elite, untuk memberi ruang bagi para bangsawan.


Saat ini, keluarga Kerajaan Arab Saudi diperkirakan memiliki 15.000 anggota, sedangkan Pangeran Saudi berjumlah ribuan.


Hingga kini, negara yang berpopulasi 33 juta penduduk ini secara keseluruhan telah melaporkan 2.932 kasus dan 41 kematian akibat virus corona.


Aljazeera melaporkan, sejauh ini sebagian besar anggota dari cabang bawah keluarga kerajaan telah terinfeksi virus corona, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.


Sebagian besar kasus virus corona di Arab Saudi ditemukan di kamp-kamp pekerja dan area kumuh di sekitar Mekkah dan Madinah.


Ketika wabah menyebar di negeri itu, Raja Salman (84) mengasingkan diri di sebuah pulau dekat Jeddah.


Sedangkan putra mahkota telah mengungsi ke lokasi terpencil di pantai Laut Merah.


Menteri Kesehatan Arab pada Selasa (7/4/2020) memperingatkan, wabah mungkin baru dimulai di negara itu.


"Dalam beberapa minggu ke depan, penelitian memperkirakan jumlah infeksi akan berkisar dari minimal 10.000 hingga maksimal 200.000," kata Tawfiq al-Rabiah kepada kantor berita pemerintah Saudi Press Agency. 


Diberitakan sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19, sejumlah negara melakukan lockdown lokal, salah satunya di Arab Saudi.


Dalam video yang beredar, salah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Ummul Quro Makkah Al Mukaromah terpaksa tidak bisa pulang di saat wabah virus corona.


Untuk itu pemerintah Arab Saudi memberikan fasilitas berupa menginap di hotel bintang di kota Makkah.


Video yang dikirim dari seorang mahasiswa Indonesia bernama Ali Rahman pada Rabu (8/4/2020) memperlihatkan fasilitas kamar yang didapat dari Pemerintah Arab Saudi..


Dalam situasi karantina wilayah satu orang mahasiswa dapat satu kamar.


"Bismillah kita mulai dikarantina. Satu orang satu kamar seluruh mahasiswa Ummul Quro," kata mahasiswa tersebut.


"Masya Allah. Alhamdulillah, dapat kamar dengan pemandangan yang ajib nih. Alhamdulillah dapat rezeki dari Allah," ujarnya. 


Hotel yang didapat mahasiswa asal Indonesia ini di depannya terdapat masjid yang sangat indah.


Menurut rencana, para mahasiswa itu harus ikuti aturan karantina di hotel selama satu bulan.


"Alhamdulillah dapat fasilitas yang baik, dengan makanan yang tak putus-putusnya. Sehingga kita bisa konsentrasi murojaah, baca-baca. Luar biasa perhatiannya padahal kita mahasiswa asing loh," tuturnya.


Soal kabar mahasiswa Indonesia yang harus jalankan karantina wilayah dibenarkan Ahmah Ansori seorang penulis dari Konsultasi Syariah. 


Dikutip dari facebooknya, dia menuliskan para mahasiswa Ummul Quro sesuai perintah Pemerintah Arab Saudi harus ikuti karantina wilayah.


Jelang subuh dapat kiriman WA dari seorang sahabat yg sedang studi di Universitas Ummul Quro Makkah Al Mukaromah 


"Masya Allah pemerintah Saudi,Mahasiswa UQU (Universitas Ummul Quro) dikasih tempat utk tindakan pencegahan di hotel berbintang. 1 kamar 1 tolib (mahasiswa)."


Bukan karantina yah. Ini utk emang social distancing aja.


Trus karena lockdown Bagi yg ga mampu bakal ada bantuan bahan pokok. 

Dan semua biaya rumah sakit ditanggung Hatta (sampai pun) yg ilegal. Yg penting semua yg hidup di atas tanah Saudi sehat dan selamet. Itu yg dpt hotel masya Allah makan 3 kali sehari maufur gratis tis."


Tag Ust Aldi Mursalat Lc (Mahasiswa Pascasarjana UQU, prodi Fikih)


MasyaAllah, terimakasih Malik Salman, semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan sebaik-baik balasan, dan untuk seluruh pemimpin negeri kaum muslimin.


Inilah negeri yang orang bilang 'wahabi itu'. Betapa sayang dan dermawannya kepada manusia.


Arab Saudi menerapkan karantina wilayah (lockdown) dan melarangan orang keluar-masuk 24 jam pada tujuh distrik di Kota Jeddah.


Sebelumnya hanya menerapkan jam larangan keluar dari pukul 15.00-06.00 waktu setempat.


Kebijakan ini untuk menekan laju penularan coronavirus baru (Covid-19). Arab Saudi mengumumkan kasus pertamanya pada 2 Maret 2020.


Lockdown, berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arab Saudi, diterapkan di Distrik Kilo 14 Junub, Kilo 14 Shimal, Ghulel, Al Gurayat, Kilo 13, dan Petromin. Peraturan berlaku per Sabtu (4/4).


Kendati, warga tetap diizinkan keluar ke toko untuk kebutuhan pangan dan rumah sakit dari jam 06.00-15.00 di distriknya masing-masing kala terdesak.


Kota Jeddah merupakan pusat pelabuhan laut dan udara. Terdapat puluhan ribu WNI di sana.


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi pada Rabu 8 April, total pengidap Covid-19 sebanyak 2.795 orang.


Pasien yang sembuh 615 orang dan 41 jiwa meninggal. Dari data itu, pengidap di Jeddah mencapai 307 orang.


Sebelumnya, Arab Saudi mengumumkan penutupan 24 jam di semua bagian kota suci Mekkah dan Madinah, berlaku sejak Kamis (2/4/2020) hingga pemberitahuan lebih lanjut.


Dilansir dari Arab News, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Kolonel Talal al-Shalhoub mengatakan: 


Keputusan itu diambil untuk meningkatkan langkah pencegahan terhadap penyebaran virus corona.


Jam malam juga telah berlaku di semua bagian Mekkah dan Madinah, kecuali untuk mereka yang bekerja di sektor swasta atau pemerintah yang sebelumnya dibebaskan dari kebijakan itu.


Penduduk dewasa di Mekkah dan Madinah hanya diizinkan meninggalkan rumah mereka dalam keadaan darurat, seperti perawatan kesehatan dan membeli persediaan makanan.


Syaratnya, aktivitas itu hanya boleh dilakukan di sekitar distrik dari pukul 06.00 sampai 15.00 waktu setempat.


Jika terpaksa harus keluar dengan kendaraan roda empat, hanya diperbolehkan mengangkut satu orang penumpang dan sebisa mungkin membatasi kontak manusia.


"Sebuah mekanisme akan segera dikerahkan tentang cara menggunakan layanan perbankan dan mesin ATM sesuai dengan arahan Otoritas Moneter Arab Saudi, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Kesehatan," kata Al-Shalhoub.


Semua kegiatan komersial di Mekkah dan Madinah harus dihentikan, kecuali untuk apotek, supermarket, pompa bensin, dan layanan perbankan.


Al-Shalhoub juga mendorong warga untuk menggunakan aplikasi online guna memesan makanan dan persediaan bahan makanan.


Menurut dia, sejak jam malam diberlakukan di dua kota suci itu, hanya sedikit warga yang melanggar aturan tersebut.


"Kementerian Dalam Negeri tidak akan menoleransi mereka yang tidak mematuhi peraturan jam malam, dan menunjukkan pembangkangan secara terbuka di media sosial, siapa pun mereka," kata Al-Shalhoub.


Langkah ini dilakukan seiring bertambahnya jumlah kasus infeksi di Mekkah dengan 48 kasus dan 46 kasus di Madinah.


Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammed al-Abd al-Aly mengumumkan adanya 165 kasus baru pada Rabu (2/4/2020), sehingga total kasus positif mencapai 1.885.


Al-Aly juga mengumumkan tambahan lima kasus kematian baru, sehingga jumlah total korban meninggal mencapai 21, sedangkan 328 pasien dinyatakan sembuh.


"Langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh Kerajaan harus dipertahankan, karena mereka telah membantu kita semua menjaga jumlah kita rendah. Kita tidak ingin orang tua atau muda kita menderita," kata Al-Abd Al-Aly. 


"Tak ada komunitas yang kebal. Virus itu bisa saja berada dalam tahap inkubasi dan gejalanya dapat mulai muncul nanti," tambahnya.


Soal Ibadah Haji


Menteri Haji dan Umrah, Mohammed Saleh Benten pada Selasa (1/4/2020) meminta umat Islam menunda persiapan untuk ibadah haji tahunan yang dijadwalkan pada akhir Juli, karena pandemi virus corona.


Arab Saudi sebelumnya telah memberlakukan jam malam di tiga kota pentingnya, yaitu Riyadh, Mekkah, dan Madinah, selama 21 hari dimulai pada 23 Maret 2020.


Akses keluar masuk di ketiga kota itu juga telah ditutup sepenuhnya, disusul dengan pembatasan perjalanan di 13 provinsi lainnya. (*)

Category