Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
VIDEO Suara Azan Berubah di Kuwait, Terkait Darurat Corona


Afrika & Timur Tengah

VIDEO Suara Azan Berubah di Kuwait, Terkait Darurat Corona

14 Mar 639 Views
IMG
Kuwait terpaksa menutup masjid. Sarankan warga salat jumat di rumah, karena wabah virus corona. Muazin pun azan dengan ajakan salat di rumah

Rayapos | Jakarta - Virus corona benar-benar mengguncang dunia. Kuwait pada Jumat (13/3/2020) melarang salat Jumat di masjid. Meminta jamaah shalat lima waktu di rumah. Bahkan azan di masjid pun berubah.

Viral video di Facebook, seorang muazin di Kuwait menangis saat menyuarakan azan dan mengajak agar lebih baik salat di rumah. Videonya di bagian bawah naskah ini.

Kementerian Awqaf dan Urusan Islam Kuwait mengatakan, salat Jumat di masjid-masjid tidak diizinkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bahkan, lafaz azan juga diganti untuk sementara. Khususnya pada kalimat “hayya alashsholah” yang berarti, mari kita shalat. 

Diganti dengan kalimat, “ashsholatu fii buyutikum”.Artinya, shalat lah di rumahmu.

Dengan demikian Pemerintah Kuwait terpaksa menutup masjid, dalam langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ketika negara itu berjuang untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sementara itu pejabat pemerintah dan Otoritas Tenaga Kerja membantah laporan bahwa Kuwait berencana untuk mengirim jutaan ekspatriat di Kuwait, kembali ke negara asal mereka sebagai bagian dari meminimalkan risiko penyebaran penyakit pembunuh.

Dikutip dari Kuwait Times, juru bicara pemerintah Tareq Al-Mazrem kemarin, membantah laporan bahwa jam malam telah diberlakukan setelah pihak berwenang menutup pantai umum dan taman dan patroli polisi terlihat meminta orang untuk meninggalkan pantai dan tinggal di rumah.

Departemen lalu lintas menggunakan drone untuk membuat pengumuman publik bahwa pertemuan melibatkan banyak orang dilarang.

Kementerian kesehatan Kuwait melaporkan, ada 20 kasus virus korona baru (COVID-19), sehingga jumlahnya menjadi 100.

Sebanyak 15 kasus baru untuk Kuwait yang kembali dari Iran, dua warga yang kembali dari Inggris dan Amerika Serikat, satu untuk warga negara Spanyol dan dua orang Mesir yang melakukan kontak dengan seorang pria Mesir ditemukan terinfeksi penyakit ini beberapa hari yang lalu setelah kembali dari Azerbaijan melalui Dubai.

Menteri Kesehatan Sheikh Basel Al-Sabah mengatakan di Twitter, bahwa pelarangan salat Jumat datang setelah beberapa orang yang menunjukkan tanda-tanda infeksi setelah kembali 10 hari yang lalu dari negara-negara yang tidak terdaftar terinfeksi seperti Amerika Serikat, Spanyol dan Inggris.

Kementerian sekarang sedang menguji orang-orang yang telah melakukan kontak dengan mereka, kata Sheikh Basel.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, menteri mengimbau agar orang-orang tetap di rumah dan tidak berani keluar untuk melindungi diri dari penyakit.

Dari 100 kasus yang dites positif, lima sembuh dan dipulangkan dan 95 diobservasi termasuk empat di unit perawatan intensif, salah satunya dalam kondisi kritis.

Kementerian Kuwait mengatakan sebanyak 71 orang telah dikeluarkan dari karantina kementerian setelah tes menunjukkan mereka tidak terinfeksi.

Sementara itu, kementerian kesehatan terus menguji para ekspatriat yang telah kembali ke negara itu sejak 27 Februari dan seterusnya dari sejumlah negara.

Perdana Menteri Sheikh Sabah Al-Khaled Al-Sabah memeriksa pusat-pusat pengujian di International Fair Ground di Meshrif.

Pihak berwenang kemarin menutup pasar Jumat dan menghentikan lelang di pasar Ikan dari hari ini hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kuwait telah mengumumkan hari libur umum untuk menutup kantor pemerintah dan banyak perusahaan swasta selama dua minggu ke depan.

Juga, menghentikan semua penerbangan komersial ke negara itu.

Suara Adzan Berubah

Kementerian Awqaf dan Urusan Islam Kuwait mengatakan, shalat Jumat di masjid-masjid tidak diizinkan, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bahkan, lafaz azan juga diganti untuk sementara. Khususnya pada kalimat “hayya alashsholah” yang berarti, mari kita shalat diganti dengan kalimat, “ashsholatu fii buyutikum”. Artinya, salat lah di rumahmu.

Ini videonya yang beredar di sosial media:


Ibnu Umar pernah adzan untuk shalat di malam yang dingin, anginnya kencang dan hujan, kemudian dia mengatakan di akhir adzan, Alaa shollu fi rihaalikum, Alaa shollu fir rihaal’.

Artinya: Shalatlah di rumah kalian, shalatlah di rumah kalian.

Kemudian beliau mengatakan,”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyuruh muadzin, apabila cuaca malam dingin dan berhujan ketika beliau safar untuk mengucapkan, ’Alaa shollu fi rihaalikum’ [Shalatlah di tempat kalian masing-masing]’. (HR. Muslim no. 1633 dan Abu Daud no. 1062)


1. أَلاَ صَلُّوا فِى الرِّحَالِ (Alaa shollu fir rihaal’ artinya ‘Shalatlah kalian di rumah’)

2. أَلاَ صَلُّوا فِى رِحَالِكُمْ (Alaa shollu fi rihaalikum’ artinya ‘Shalat kalian di rumah kalian’) 3. صَلُّوا فِى بُيُوتِكُمْ (‘Sholluu fii buyutikum’ artinya ‘Sholatlah di rumah kalian’)

Sebelumnya Kamis (12/3/2020), Kuwait melaporkan delapan kasus baru dari virus corona yang mematikan meningkatkan jumlah kasus yang dikonfirmasi menjadi 80.

Lalu Kuwait melaporkan 20 kasus baru positif virus corona.

Total pasien saat ini menjadi 100 orang 

Dikutip dari kantor berita Kuwait, Kuna, Kementerian Kesehatan mengatakan, 15 di antaranya kembali dari Iran dan masih dikarantina.

Sementara satu warga lainnya berada di Inggris dan satu lagi berada di AS.Tiga kasus lainnya adalah untuk warga negara Spanyol yang baru saja kembali dari Spanyol. 

Lalu, dua orang Mesir yang berhubungan dengan seseorang yang kembali dari Azerbaijan. (*)


Category