AA Maramis Perumus Pancasila, Dianugerahi Pahlawan Nasional

AA Maramis Perumus Pancasila, Dianugerahi Pahlawan Nasional

Oleh: 




AA Maramis (kiri) bersama DR Sam Ratulangi.


Rayapos | Manado – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 tokoh Indonesia. Pemberian gelar itu diterima langsung oleh para ahli waris di Istana Negara.

Prosesi pemberian gelar Pahlawan Nasional itu berlangsung di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/11/2019), pukul 13.30 WIB.

Ada 6 tokoh dari berbagai wilayah di Indonesia yang mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Salah satunya, tokoh dari Manado, Alexander Andries (AA) Maramis. Tokoh dari Manado ini sangat dikenal, sebab masuk dalam pelajaran sejarah pelajar SD.

AA Maramis adalah satu seorang perumus Pancasila. Juga, banyak jasanya bagi Indonesia.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey kepada wartawan mengatakan:

“Ini jadi harapan banyak masyarakat di Sulut. Tentunya, perjuangan dan pengabdian Almarhum AA Maramis dapat menjadi teladan bagi kita semua."

Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional bagi AA Maramis merujuk pada keputusan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Gubernur Olly menyetujui dan merekomendasikan almarhum AA Maramis untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.

Surat rekomendasi pemberian gelar tersebut, ditandatangani Gubernur Olly Dondokambey tertanggal 11 Mei 2018.

Adapun pertimbangan gubernur adalah rumusan dan rekomendasi hasil seminar AA Maramis menuju Pahlawan Nasional pada tanggal 29 Oktober 2015, di Novotel Manado Golf Resort, Manado.

Kedua, rekomendasi Bupati Minahasa Utara nomor: 582/BMU/VII/2017 tanggal 31 Juli 2017 perihal pengusulan calon Pahlawan Nasional AA Maramis.

Ketiga, pandangan dan pendapat orang dan tokoh masyarakat terhadap AA Maramis.

Keempat, hasil sidang Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah Provinsi Sulawesi Utara (TP2GD) tanggal 11 Mei tahun 2018 dalam rangka usulan calon Pahlawan Nasional atas nama AA Maramis.

“AA Maramis termasuk salah seorang tokoh dalam ‘panitia lima’ yang ditugaskan pemerintah untuk merumuskan Pancasila. Dan banyak jasa beliau bagi negeri ini,” tandas Olly.

Sekedar diketahui, saat ini ada delapan tokoh asal Sulut yang ditelah dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional, Yakni:

Dr GSSJ Ratulangi SK 890 tahun 1961,

Arie F Lasut SK 012/TK tahun 1961,

Maria Walanda Maramis SK 012/TK tahun 1961,

Piere Tendean SK no III/koti/tahun 1965,

Robert Wolter Mongisidi SK no 88/TK tahun 1973,

Jahja Daniel Dharma (John Lie) SK no 085/TK/tahun 2009,

Lambertus Nicodemus Palar SK no 68/TK tahun 2013 dan

Bernard Wilhelm Lapian SK no 116/TK/tahun 2015 (*)