Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Dokter yang Rawat Menhub, Meninggal karena Covid-19


Peristiwa

Dokter yang Rawat Menhub, Meninggal karena Covid-19

04 Apr 55 Views
IMG
Semoga amal ibadahnya diterima Allah. Aamiin...

Rayapos | Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sembuh dari Covid-19. Tapi, dokter yang merawatnya, dr Ketty Herawati Sultana meninggal karena Covid-19.

Itu diumumkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Sabtu (4/3/2020). 

Almarhumah dr Ketty Herawati adalah yang merawat Menteri Budi Karya Sumadi di RS Medistra, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menhub, Budi Karya Sumadi diketahui menderita COVID-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. 

Budi kemudian dirujuk ke RSUD Gatot Subroto.

Humas IDI, dr. Halik Malik mengucapkan bela sungkawa atas kepulangan rekan sejawatnya itu. 

Ia mengungkapkan dr. Ketty merupakan dokter umum yang bertugas di RS Medistra.

"Sehari-harinya beliau dokter umum di perawatan RS Medistra itu termasuk ikut merawat Menhub Budi Karya sebelum dirujuk ke RSPAD. 

Jadi sehari-harinya bekerja di RS Medistra," kata Halik saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2020).

Sepengetahuan Halik, dr. Ketty telah menjalani perawatan selama 7 hari akibat Covid-19.

Namun, kondisinya terus menurun hingga kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Halik, dr. Ketty sudah sempat tes swab dan hasilnya ia positif COVID-19.

Selain dokter Ketty, dua dokter lainnya yang diumumkan meninggal dunia oleh IDI ialah dr. Bernedette Albertine anggota IDI cabang Makassar dan dr. Lukman Shebubakar anggota IDI cabang Jakarta Selatan.

Mereka berdua berstatus PDP. 

Halik menyebut dr. Bernedette belum sempat dilakukan swab. Sementara untuk dr. Lukman, sempat dirawat dua minggu namun belum ada yang menyampaikan status hasil laboratoriumnya.

"Dari RS Primer kemudian dirujuk ke RS Persahabatan dengan masa rawat panjang sudah di-swab. Cuma kami belum menerima hasil swab-nya."

"Jadi sekali lagi untuk konfirmasi tes swab-nya itu datanya di pemerintah dari Dinkes diberikan ke rumah sakit. Jadi tidak semua sejawat bahkan keluarga tahu," kata Halik.

Kabar duka ketiga dokter tersebut menambah jumlah kematian tenaga medis akibat virus corona. Setidaknya IDI mencatat 16 anggotanya meninggal dunia, baik yang berstatus PDP maupun positif COVID-19. (*)

Category