Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Teriakan Jatuhkan Jokowi di Demo 212, Didalami Polda Metro


Politik

Teriakan Jatuhkan Jokowi di Demo 212, Didalami Polda Metro

22 Feb 133 Views
IMG
Demo 212 di dekat Istana Negara pada Jumat (21/2/2020)

Rayapos | Jakarta - Teriakan orator di depan ribuan orang di demo 212 seputaran Monas Jakarta, Jumat (21/2/2020) agar menjatuhkan Presiden Jokowi, kini didalami Polda Metro Jaya.

Teriakan hasutan massa itu dilakukan orator aksi 212 dari Forum Ukhuwah Islamiyah Sulawesi Selatan, Abdullah Maher.

Dia meneriakkan 'jatuhkan Jokowi' dalam orasinya di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020) kemarin. 

Bagaimana tanggapan pihak kepolisian?

"Akan didalami," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto kepada wartawan, Sabtu (22/2/2020).

Sementara itu, saat ditanya apakah orasi tersebut sudah tergolong makar atau tidak, Suyudi mengatakan pihaknya masih akan mendalaminya.

Sebelumnya, Abdullah Maher dengan berapi-api meminta agar praktik-praktik korupsi di Indonesia disikat habis. Dia meminta agar koruptor ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Kami dari Sulsel alhamdulillah pada waktu yang lalu melakukan aksi yang sama di depan gedung DPRD Sulsel menuntut para koruptor yang ada di Jiwasraya, Asabri, dan lainnya untuk ditegakkan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya, Jumat (21/2/2020).

Di akhir orasi, dia berseru solusi untuk itu adalah revolusi dengan menjatuhkan Presiden Jokowi dari jabatannya.

"Hanya satu, solusinya adalah revolusi, jatuhkan Jokowi karena sumber malapetaka. Allahu Akbar!" serunya diikuti takbir oleh massa.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara PA 212, Haikal Hassan, mengatakan tidak ada agenda massa 212 menumbangkan Jokowi dari jabatannya. 

Hal itu, sebutnya, hanya pendapat pribadi segelintir orang.

"Itu hanya pendapat pribadi yang bersangkutan, bukan maksud dari aksi 212 untuk menjatuhkan Presiden yang sah, mohon catat itu tidak ada sedikit pun di agenda 212, tidak ada agenda GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa), tidak ada agenda kami, kami warga negara Indonesia yang baik, sehat, dan taat kami hanya mengkritik jalannya pemerintahan, itu sah-sah saja," ujar Haikal saat dihubungi, Jumat (21/2). (*)

Penghina Presiden Jokowi di depan publik, kalau ditangkap polisi, memelas seperti ini: