14 Pejabat BUMN Bermasalah di Era Rini Soemarno

14 Pejabat BUMN Bermasalah di Era Rini Soemarno




Rini Soemarno dan Presiden Jokowi


Rayapos | Jakarta - Efek skandal Garuda, melebar ke mana-mana. Ternyata di era Menteri BUMN, Rini Soemarno, tercatat 14 petinggi BUMN bermasalah.

Dari 14 itu, 9 di antaranya tersangkut kasus korupsi.

Tentu saja, itu membuat Menteri BUMN, Erick Thohir keras keras.

Erick Thohir langsung tancap gas membenahi perusahaan-perusahaan negara, sejak dilantik pada 23 Oktober 2019 lalu.

Erick melakukan berbagai perombakan, baik di dalam Kementerian BUMN, maupun perusahaan-perusahaan BUMN.

Terbaru, kasus penyelunduran motor gede Harley Davidosn dan sepeda lipat Brompton, Erick memberhentikan 4 direksi, termasuk Dirut Garuda, Ari Askhara.

Kasus penyelundupan itu, menambah daftar panjang petinggi BUMN di era Rini Soemarno yang tersangkut masalah.

Kesembilan direksi BUMN tersebut tersangkut kasus korupsi yang ditangani KPK.

Beberapa bahkan ditangkap dalam operasi tangkap tangan.

Mereka adalah :

1. Dirut PT INTI, Darman Mappangara

2. Dirut PT PLN, Sofyan Basir

3. Dirut PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin

4. Dirut Jasindo, Budi Tjahjono.

5. Dirut Perum Perindo, Risyanto Suanda

6. Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro

7. Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam.

9. Dirut PTPN III, Dolly Pulungan

10. Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek Kertha Laksana

11. Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara (Ari Askhara).

12. Direktur Teknik dan Layanan Garuda, Iwan Joeniarto

13. Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda, Mohammad Iqbal

14. Direktur Human Capital Garuda, Heri Akhyar

Ada 5 BUMN Punya Usaha Hotel, Di luar Bisnis Intinya

Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku bingung saat mengetahui banyak BUMN yang memiliki hotel sebagai salah satu unit usahanya

Jasa perhotelan dimiliki oleh sejumlah BUMN melalui anak perusahaan, meskipun bidang ini berbeda dari bidang usaha yang menjadi inti bisnis BUMN tersebut.

Salah satunya hotel yang dimiliki oleh anak perusahaan PT PANN (Persero) yang sebenarnya bergerak di bidang armada niaga nasional.

Erick menyebut, akan mengembalikan fokus perusahaan-perusahaan negara itu pada fokus awalnya.

Namun, bukan hanya PT PANN yang memiliki usaha di bidang perhotelan.

Sejumlah BUMN besar lainnya juga memiliki usaha di bidang serupa melalui anak-anak perusahaannya.

Berikut beberapa di antaranya yang dirangkum melalui situs resmi BUMN:

1. PT Pertamina

BUMN yang baru saja mengalami pergantian jajaran komisaris, PT Pertamina ternyata memiliki usaha di bidang perhotelan melalui anak perusahaannya, PT Patra Jasa.

Hotel yang dimiliki perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas ini ada di kelas bintang 4 dan 5.

Total, ada 6 unit hotel yang dimiliki PT Patra Jasa, yakni:

- The Patra Bali Resort & Villas

- Patra Semarang Hotel and Convention

- Patra Comfort Bandung Hotel

- Patra Comfort Jakarta Hotel

- Patra Comfort Anyer Beach Resort

- Patra Comfort Parapat Lake Resort

2. PT Garuda Indonesia

PT Aero Wisata PT Garuda Indonesia juga tercatat menjalankan bisnis di bidang perhotelan melalui anak perusahaan PT Aero Wisata.

Garuda yang selama ini banyak dikenal dengan usahanya di bidang penyediaan akomodasi udara ternyata juga memiliki sejumlah hotel dari berbagai kelas di berbagai kota besar di Indonesia.

Hotel-hotel tersebut antara lain:

- Prama Grand Preanger Bandung

- Prama Sanur Beach Bali

- Kila Senggigi Beach Lombok

- Asana Grove Yogyakarta

- Asana Kawanua Jakarta

- Asana Grand Pangrango Bogor

- Asana Nevada Ketapang Prama merupakan hotel dengan pelayanan bintang 5, sedangkan Kila dan Asana ada di level bawahnya.

3. PT Angkasa Pura Airport

Selanjutnya, perusahaan BUMN yang juga memiliki usaha di bidang hotel adalah PT Angkasa Pura Airport.

Hotel-hotel ini berada di bawah pengelolaan anak usahanya yang bernama Angkasa Pura Hotel.

Berbeda dari BUMN lain yang memiliki unit hotel di berbagai wilayah kota, hotel milik Angkasa Pura terletak di sekitar atau bahkan di dalam area bandara.

Hotel-hotel bandara yang dimiliki oleh Angkasa Pura Airport adalah sebagai berikut:

- Novotel Bali Airport

- Ibis Budget Makassar Airport

- Ibis Budget Surabaya Airport

Tidak hanya hotel, Angkasa Pura Hotel juga membawahkan usaha di bidang katering penerbangan, food and beverage, lounge, dan sejumlah jasa lain.

4. PT Pegadaian

PT Pegadaian pun punya hotel.

Melalui anak perusahaan PT Pesonna Indonesia Jaya yang mulai dikembangkan pada 2015.

Pegadaian memiliki 9 hotel berbintang 3 yang tersebar di berbagai kota di Jawa dan Sulawesi.

Daftar hotel tersebut adalah sebagai berikut:

- Pesonna Hotel Malioboro

- Pesonna Hotel Tugu

- Pesonna Hotel Gresik

- Pesonna Hotel Makassar

- Pesonna Hotel Pekanbaru

- Pesonna Hotel Pekalongan

- Pesonna Hotel Semarang

- Pesonna Hotel Ampel Surabaya

- Pesonna Hotel Tegal

5. PT PANN Multi Finance

Perusahaan di bidang kemaritiman ini belakangan mencuri perhatian.

Pasalnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir mengaku belum begitu familiar dengan nama perusahaan ini.

Ternyata, perusahaan ini memiliki bidang usaha yang berlainan dengan fokus usahanya di bidang armada niaga nasional, yakni di bidang perhotelan.

Salah satu Hotel yang dikelola oleh PT PANN Multi Finance adalah Garden Permata Hotel Bandung, bekerja sama dengan PT Aria Molucca Pratama.

Pengelolaan hotel ini dimulai sejak tahun 2017. (*)