Yasonna Laoly Mengaku Terkejut Namanya Ada Dalam Daftar Penerima Dana Mega Korupsi E-KTP

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menepis tudingan keterlibatannya dalam korupsi E-KTP (Foto: niassatu.com)

@Rayapos | Jakarta: Menkumham Yasonna Laoly mengaku terkejut mendengar namanya masuk dalam daftar skandal mega korupsi e-KTP yang menggegerkan publik tanah air. Pasalnya, di samping Laoly, ada beberapa nama besar elit pemerintahan yang juga masuk dalam daftar penerima uang tersebut.

Adapun saat skandal yang merugikan negara triliunan rupiah tersebut, Laoly tercatat sebagai anggota Komisi II DPR RI dari PDI Perjuangan. Komisi II DPR RI sendiri, memang menjadi partner Kementerian Dalam Negeri dalam proyek e-KTP.

“Saya kaget mendengar nama saya dicatut dan dituduh menerima dana bancakan e-KTP. Saya tidak pernah menerima dana tersebut dan tidak pernah berhubungan dengan para terdakwa dalam proyek e-KTP kecuali dalam rapat-rapat DPR,” kata Laoly di Jakarta, Kamis (9/3).

Laoly kemudian menegaskan bahwa saat proyek e-KTP diadakan tahun 2011 silam, PDI Perjuangan dengan tegas menolak pengajuan tersebut, karena dinilai rawan korupsi.

Sebelumnya jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan bahwa Laoly menerima uang sebesar USD 84 ribu.

Di samping Laoly, politisi PDI Perjuangan yang juga terjerat adalah Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambeu, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI.

Disebutkan, Olly menerima aliran dana sebesar USD 1,2 juta. Sama seperti reaksi Yasonna Laoly, mantan Bendahara Umum PDI Perjuangan itu juga menyatakan menolak dan menegaskan tidak menerima aliran dana korupsi e-KTP.

BAGIKAN