Lagi-lagi, warga sipil terbunuh dalam aksi unjuk rasa di Venezuela

Demo di Venezuela. (Foto: Reuters)

@Rayapos.com | Caracas: Aksi unjuk rasa oleh ribuan warga di Venezuela yang turun ke jalan-jalan utama Caracas untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, Rabu (19/4/2017) kembali berujung kematian.

Sebelumnya diberitakan, petugas keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau mundur para pengunjuk rasa. Namun di tengah-tengah kericuhan aksi unjuk rasa tersebut, seorang pria meluncurkan tembakan kepada warga sipil.

Jumlah korban tewas yang diduga ditembak oleh petugas keamanan dan gerombolan preman bersenjata juga terus bertambah.

Salah seorang korban tewas yakni Paola Ramirez, wanita berusia 23 tahun ditembak di bagian kepala. Kemudian korban lainnya yakni Carlos Moreno, yang juga ditembak di kepala dan tewas saat dalam proses pembedahan.

Otoritas setempat juga mengatakan bahwa sebelumnya lima orang tewas dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung dua minggu terakhir, termasuk seorang anak yang berusia 13 tahun.

Meskipun aksi unjuk rasa tersebut memakan korban jiwa, pihak oposisi yang dipimpin oleh Henrique Capriles, tetap menggelar kembali aksi unjuk rasa dengan jumlah yang lebih banyak. Seperti yang ia sampaikan pada Rabu malam.

Seperti yang diketahui, krisis ekonomi Venezuela yang membuat angka inflasi terus meningkat, dan membuat makanan menjadi langka, memuncak pada 30 Maret lalu. Kemudian ketegangan meningkat setelah Henrique Capriles dilucuti kekuasaannya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, mengungkapkan keprihatinannya jika pemerintah Venezuela tengah menekan oposisi, pada hari Rabu di Departemen Luar Negeri Amerika.

“Kita prihatin pemerintah Maduro melanggar konstitusinya sendiri dan tidak membiarkan oposisi menyampaikan suara mereka atau mengizinkan mereka berkumpul sebagai cara untuk mengekspresikan pandangan rakyat Venezuela,” ujarnya seperti dikutip VOA.

Namun sebaliknya, Presiden Nicolas Maduro semakin kuat mempertahankan pemerintahannya untuk melindungi ‘Revolusi Bolivaria’ yang diciptakan oleh Hugo Chavez pada 1999 lalu.

BAGIKAN