Surga Tersembunyi di Gugusan Flobamora: Terbius Pesona Pulau Padar

rayapos.com - Flobamora
Foto: Pulau Komodo

@Rayapos | Jakarta: Flobamora. Jika terdengar asing, wajar saja karena nama ini sangat jarang –atau bahkan tak pernah digunakan. Padahal, Flobamora merupakan nama lain dari gugusan Kepualauan Nusa Tenggara Timur, sebuah tempat yang menyimpan sejuta pesona alam nusantara.

Terbentang dalam wilayah Flobamora adalah sebuah kota nelayan kecil bernama Labuan Bajo. Dahulu, tak banyak geliat yang bisa dijumpai selain aktifitas rutin para nelayan yang mengadu nasib di tengah laut sebelum membawa pulang hasil saat matahari beringsut muncul di ujung pelabuhan Labuan Bajo.

Varanus Komodoensis kemudian mengubah takdir Labuan Bajo. Ya, sebuah mahluk langka yang dalam bahasa Indonesia disebut Komodo, menjadi momentum berpindahnya pendulum nadi kehidupan masyarakat kota nelayan tersebut. Kini, Labuan Bajo menjadi salah satu tujuan para penggila hewan langka di seluruh dunia.

Komodo menjadi magnet yang tak bisa dibendung dan Labuan Bajo merupakan gerbang masuk untuk kembali ke “masa lalu”, ketika keluarga dinosaurus masih menjadi klan penguasa alam liar.

Wajah Labuan Bajo kini makin mempesona dengan sejumlah fasilitas untuk  memanjakan wisatawan lokal dan asing yang ingin bersentuhan langsung dengan alam komodo.

Dari penginapan sederhana untuk para backpackers yang minim anggaran, hingga hotel berbintang lima bagi mereka yang datang dari kelas menengah ke atas, kini bertebaran di Labuan Bajo.

Salah satu fenomena alam yang menjadi buruan para penikmat wisata adalah ketika langit berubah warna menjadi jingga, di saat matahari akan terbenam.

Di sini Anda akan ditawarkan pemandangan yang menakjubkan. Matahari yang mulai tenggelam menciptakan siluet dramatis pulau-pulau kecil yang dekat dengan pelabuhan.

Tak banyak yang tahu bahwa siluet gugusan pulau tersebut, akan menjadi surga yang eksotis ketika mentari kembali menyapa di ufuk timur. Ada tiga pulau utama yang terbentang di areal Taman Nasional Komodo: Pulau Rinca, Pulau Komodo dan Pulau Padar –terkecil di antara ketiganya-.

Mungkin keberadaan Pulau Padar tidak seterkenal Pulau Komodo ataupun Pulau Rinca, namun keindahan Pulau Padar tidak kalah cantiknya dengan kedua pulau tersebut. Adapun letak Pulau Padar cenderung lebih dekat dengan Pulau Rinca, dibandingkan dengan jarak ke Pulau Komodo karena dipisahkan oleh Selat Lintah.

Kuntur Pulau Padar yang berbukit dan berkelok-kelok menjadikannya sebuah tujuan eksotis yang bisa menjadi foto profil di sosial media Anda.

Pulau ini merupakan pulau yang belum dihuni. Tak ada yang mengaku sebagai tuan tanah di sana. Tak heran, jika tidak ada bangunan satupun di pulau ini.

Tak salah kalau Pulau Padar disebut sebagai pulau perawan yang belum pernah dikunjungi siapapun. Namun, pesona kontur Pulau Padar yang berbukit-bukit dan bercabang seolah membentuk bintan, membuat pulau ini bisa menjadi sangat menarik dan tentunya menantang.

Pulau padar terletak cukup jauh dari pelabuhan di Kota Labuan Bajo. Dibutuhkan sekitar 3,5 jam waktu tempuh menggunakan speed boat untuk sampai ke tempat ini.

Ketika Anda membaca artikel ini, yang akan terbayang  mungkin sebuah perjalanan membosankan. Dugaan Anda salah! Perjalanannya begitu mempesona. Mata Anda akan disajikan dengan pemandangan yang sangat luar biasa. Pulau yang berwarna kecoklatan dan birunya laut menyajikan pemandangan yang kontras yang terlalu cantik untuk Anda lewatkan.

Menginjakkan kaki di pulau perawan ini, tantangan alam akan langsung menyapa Anda. Barisan bukit-bukit yang tinggi menjulang akan membuat Anda urung untuk mengeksplorasi Padar, atau justru akan membuat adrenalin petualangan Anda makin menggelora.

Jika Anda memutuskan untuk menaklukkan bukit-bukit tersebut, usaha Anda akan terbayar dengan lunas. Pasalnya, menjelajahi bukit-bukit Pulau Padar merupakan sebuah mandatory apabila ingin melihat keindahan pulau yang sesungguhnya.

Perjuangan Anda akan diuji karena anda harus menapaki bukit yang kemiringannya bisa mencapai 45 derajat. Belum lagi ketika Anda harus belajar menyapa sengatan matahari yang akan tepat di atas kepala Anda seiring makin beranjaknya hari.

Di musim kemarau, matahari akan sangat terik, sehingga tak akan terlihat ada awan yang menggantung atau melintas di atas kepala.

Tetapi,  jika nantinya Anda berhasil sampai di puncak gugusan perbukitan, lelah yang Anda rasakan langsung menguap tersapu dengan indahnya alam ciptaan Sang Pencipta.

Di sekitar Pulau Padar terdapat tiga atau empat pulau kecil yang memiliki keunikan panorama masing-masing. Hamparan birunya laut serta gugusan pulau di bentara Flobamora akan memuaskan dahaga keindahan Anda.

Tak hanya itu, Anda juga akan disuguhkan hamparan pantai berwarna pink yang siap memanjakan pecinta wisata pantai, atau ingin menikmati keindahan bawah laut Pulau Padar dengan snorkeling.

Pastikan, jika Anda tiba di Labuan Bajo, sempatkan diri Anda untuk menjelajahi kawasan perbukitan Pulau Padar. Ada surga tersembuyi di atas sana!

BAGIKAN