Jadwal kampanye padat, Sandiaga Uno tidak akan penuhi panggilan Polda Metro Jaya

Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno (Foto: istimewa)

@Rayapos.com | Jakarta: Kasus dugaan penggelapan objek tanah di Tangerang yang di laporkan oleh Djoni Hidayat, mulai memasuki pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya.

Hal ini dengan sendirinya mengharuskan, Sandiaga Uno sebagai terlapor, mendapatkan panggilan untuk dimintai keterangannya.

Namun demikian, menurut tim advokasi hukum Anies-Sandi, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga tersebut tidak bisa memenuhi panggilan, terkait dengan jadwal kampanyenya yang padat.

“Tapi karena suatu hal, banyak warga yang ingin ketemu dan macam-macam, agenda tidak bisa di-cancel, dengan sangat menyesal Bang Sandi tidak menghadiri panggilan tersebut,” kata anggota tim advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi, di Posko Cicurug, Jalan Cicurug, Jakarta Selatan, Kamis (16/3/2017).

Yupen menjelaskan, dalam panggilan ulang dari polisi, sandiaga akan datang, asalkan polisi melakukan hal tersebut secara adil agar tidak ada yang dianaktirikan.

“(Jadwal panggilan ulang) tanya polisi. Pokoknya kami bilang besok kami tidak bisa datang, mohon diundur. Diundurnya kapan terserah mereka. Supaya tidak ada resistensi politik, supaya kami tidak merasa dianaktirikan,” jelasnya.

Yupen juga mengaku cukup heran karena mengingat panggilan polisi yang dinilainya sangat janggal karena terkesan dibuat-buat.

“Korban Djoni Hidayat merasa digelapkan atas objek tanah di Tangerang. Dia melapor pada 8 Maret 2017. Keesokan harinya keluar surat perintah penyelidikan untuk mengusut perkara ini, hanya dalam tempo satu hari. Seminggu kemudian diterbitkan surat panggilan yang sudah bisa lihat pada 17 Maret 2017 untuk dihadiri pada 21 Maret 2017,” kata Yupen, sembari menambahkan, kliennya akan menjalani proses hukum, apakah itu yang jelas maupun yang tidak jelas.

BAGIKAN