Passo dan Batumerah, penerima dana desa terbesar di Kota Ambon

@Rayapos.com | Ambon: Negeri Passo dan Batumerah, merupakan 2 negeri yang menerima bantuan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) terbesar di Kota Ambon, dari total 30 desa/negeri penerima bantuan serupa.

Meskipun berada di kecamatan yang berbeda, kedua negeri sama-sama menerima Rp 2 milyar dana desa untuk tahun 2017 ini.

Sementara, penerima bantuan serupa yang paling rendah jumlahnya adalah Desa Negeri Lama hanya Rp 800 juta saja.

DD-ADD ini diberikan kepada desa dan negeri sesuai dengan kriteria yang meliputi jumlah penduduk sebesar 35 persen, jumlah penduduk miskin 25 persen, bobot luas wilayah 10 persen dan indeks kesulitan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat (PM) DPPPAMD Kota Ambon, Weldon Mawengkang, kepada wartawan, di Ambon, Selasa (21/3).

”Negeri Batumerah dan Passo merupakan dua desa dari 30 desa dan negeri di Kota Ambon sebagai penerima dana desa yang lebih besar dibandingan desa lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini penyaluran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) kepada 30 desa dan negeri di Kota Ambon belum bisa dilakukan.

Pasalnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Masyarakat dan Desa (DPPPAMD) Kota Ambon, masih menunggu hasil audit Inspektorat Kota Ambon.

Jika hasil audit tersebut benar dan bersih, maka pencairan DD dan ADD bisa dilakukan kepada 30 desa dan negeri dimaksud.

”Direncanakan, pencairan dilakukan bulan April 2017, tetapi kami masih menunggu hasil audit Insepektorat kota Ambon,” jelasnya.

Diakuinya, saat ini pihaknya telah mengantongi Laporan Realisasi Anggaran (LRA) tetapi yang terpenting adalah laporan pertanggungjawaban keuangan yang saat ini sementara diaudit.

”Laporan pertanggung jawaban harus dimasukan sebelum akhir Maret 2017, guna diketahui benar atau tidak penggunaan anggaran, dan desa atau negeri mana yang bermasalah dalam penggunaan anggaran, karena itu kita berpatokan pada hasil audit,” tegasnya.

Anggaran dana desa di Kota Ambon sebesar Rp 28,4 milyar atau mengalami peningkatan sebesar Rp 6,8 milyar dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 21,6 milyar.

”Tahun 2017 kota Ambon akan menerima anggaran dana desa sebesar Rp 28.4 Milyar atau meningkat 20 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 21,6 milyar,” timpalnya.

Dana desa tahun 2017 ini, terangnya, akan disalurkan dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebesar 60 persen atau sebesar Rp 17 milyar dan tahap kedua sebesar 40 persen atau Rp 11,4 milyar.

”Kenaikan anggaran dana desa setiap tahun sangat bermanfaat guna membangun 30 desa dan negeri yang tersebar di lima kecamatan di Kota Ambon,” pungkasnya.

BAGIKAN