Pansus Pemilu siapkan aturan kampanye di Medsos

rayapos.com - aturan kampanye di medsos - RDP
Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu, Achmad Baidowi (Foto: Istimewa)

@Rayapos.com | Jakarta: Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu, Achmad Baidowi menyebut pihaknya akan mengatur mekanisme kampanye di medsos atau media sosial. Aturan tersebut saat ini baru diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum.

Menurut Baidowi, tujuan dibuat mekanisme kampanye di media sosial itu agar kampanye di medsos bisa terkontrol dan terkendali sehingga bisa mengurangi adanya kampanye hitam.

“RUU Pemilu mulai mengatur kampanye di media sosial karena undang-undang sebelumnya belum mengatur terkait hal tersebut,” kata Awiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/4).

Seperti diketahui, Peraturan KPU No. 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota hanya mengatur mengenai akun resmi pasangan calon dan para pendukung.

Akan tetapi, kata Baidowi, belakangan justru marak akun-akun media sosial bodong yang ditengarai melakukan kampanye hitam terhadap calon-calon tertentu.

“Pengaturannya seperti apa, pemerintah silakan melakukan simulasi, misalnya terkait kampanye hitam bagaimana mengatasinya,” tutur Baidowi.

Selain itu, Baidowi menyampaikan bahwa ketentuan kampanye di media sosial perlu diatur untuk mengantisipasi maraknya berita bohong atau hoax oleh akun-akun tidak resmi dari calon kontestan Pemilu.

“Terus terang masyarakat risih ketika orang berantem di medsos karena muncul sebuah komentar tanpa tedeng aling-aling,” tukas Baidowi.

BAGIKAN