Nyeri haid berbahaya atau tidak?

Ilustrasi nyeri haid | Foto: Ilustrasi

@Rayapos.com | Jakarta: Dismenorhea adalah kondisi medis yang ditandai dengan rasa nyeri(kram) yang menyerang perut wanita sesaat sebelum atau selama menstruasi akibat kontraksi rahim yang berlebih. Hal ini terjadi akibat pelepasan hormon prostaglandin yang merangsang kontaksi rahim sehingga kontraksi menjadi semakin kuat.

Nyeri atau kram yang biasanya hilang-timbul atau terus-menerus ada ini bisa menjalar ke punggung bagian bawah hingga tungkai. Rasa nyeri yang teramat sangat bisa membuat wanita terbatasi untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Bahkan sering kali disertai dengan sakit kepala, mual, muntah dan diare.

Dismenorhea diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu dismenorhea primer dan sekunder.

Dismenorhea primer adalah rasa nyeri yang timbul tanpa ada penyebab yang mendasari. Biasanya dirasakan oleh remaja atau sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama. Sedangkan dismenorhea sekunder terjadi jika disebabkan oleh penyakit lain atau adanya kelainan pada kandungan. Ini biasanya dirasakan pada usia 20 tahun.

Faktor yang dapat menyebabkan dismenorhea antara lain rahim yang menghadap ke belakang(retroversi), stres (psikis maupun sosial), dan kurang berolahraga.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi nyeri haid, seperti dikutip dalam situs alodokter.com ;

1.    Mengompres hangat perut
2.    Menempelkan koyo
3.    Olahraga rutin
4.    Minum air hangat
5.    Minum obat pereda nyeri seperti paracetamol.
Jika gejala nyeri haid semakin bertambah dan tidak kunjung membaik, maka sebaiknya Anda mengkonsultasikan masalah tersebut ke dokter kandungan untuk mencari tahu penyebab dari nyeri haid Anda.
BAGIKAN