Nilai impor Banten Februari 2017 naik 10,84 persen

rayapos.com - impor nonmigas Banten
Ilustrasi nilai impor (Foto: Okezone)

@Rayapos.com | Serang: Nilai impor Banten Februari 2017 naik 10,84 persen dibanding bulan sebelumnya dari 846,80 juta dolar AS menjadi 938,55 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Agoes Soebeno di Serang, Jumat(21/4/2017), mengatakan impor naik sebesar itu dikarenakan impor nonmigas yang naik 14,52 persen dari 575,61 juta dolar AS menjadi 659,19 juta dolar AS, dan impor migas Februari 2017 naik sebesar 3,02 persen menjadi 279,37 juta dolar AS, dari sebelumnya mencapai 271,19 dolar AS.

Ia mengatakan peran impor komoditi nonmigas pada kumulatif Februari 2017 masih sangat dominan yaitu 69,16 persen. Dominasi komoditi nonmigas juga dapat dilihat dari perannya terhadap impor pada Januari dan Februari yang secara berturut-turut tercatat 67,97 persen dan 69,16 persen.

Dibanding periode sama tahun sebelumnya, impor Banten naik 35,90 persen. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh impor komoditi migas yang naik sebesar 76,09 persen, yang didukung juga oleh peningkatan ekspor komoditi nonmigas sebesar 23,34 persen.

Nilai impor Banten sektor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada Februari naik 14,55 persen atau sebesar 80,17 juta dolar AS, dari sebelumnya 550,94 juta dolar AS menjadi 631,10 juta dolar AS, demikian pula untuk golongan barang lainnya meningkat 13,81 persen atau sebesar 3,41 juta dolar AS.

Peran impor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada Januari-Februari mencapai 95,73 persen, dengan peran tertinggi berasal dari bahan kimia organik yaitu mencapai 36,79 persen (454,02 juta dolar AS) kemudian diikuti besi dan baja 14,37 persen (177,49 juta dolar AS), serta gula dan kembang gula sebesar 14,25 persen atau 176,02 juta dolar AS.

Ia mengatakan peran tujuh golongan barang lainnya dari sepuluh golongan barang pada Februari masih kurang dari 10 persen, sementara peran golongan barang lainnya diluar sepuluh golongan barang tercatat sebsar 4,27 persen.

Tujuh dari sepuluh golongan barang nonmigas mengalami peningkatan nilai impor kecuali golongan barang besi dan baja, bahan bakar mineral dan ampas/sisa industri makanan, katanya.

Peningkatan tertinggi berasal dari golongan barang gula dan kembang gula dan yang terendah berasal dari bijih, krak dan abu logam dengan peningkatan masing-masing 73,24 juta dolar AS dan 1,71 juta dolar AS.

Jika disandingkan secara bersamaan, sembilan dari sepuluh golongan barang impor nonmigas pada Februari tersebut kecuali benda-benda dari besi dan baja adalah golongan barang yang sama dengan bulan sebelumnya. Peran gabungan dari kesembilan golongan barang tersebut selama satu tahun terakhir pernah tidak kurang dari 70 persen.

Adapun sepuluh komoditas utama itu adalah bahan kimia organik dengan nilai ekspor pada Februari 229,06 juta dolar AS, gula dan kembang gula (124,63 juta), besi dan baja (73,63 juta), gandum-ganduman (60,78 juta), bahan bakar mineral (37,07 juta), biji-bijian berminyak (35,79 juta), bijih, kerak dan abu logam (28,27 juta), ampas/sisa industri makanan (20,29 juta), berbagai produk kimia (10,84 juta) dan benda-benda dari beri dan baja sebesar 10,74 juta dolar AS.

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Februari 2017 adalah Australia dengan nilai impor sebesar 109,48 juta dolar AS, diikuti oleh Singapura sebesar 104,21 juta dolar AS, sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 234,59 juta dolar AS. [Antara]

BAGIKAN