Menteri Susi: Trenggono dan Steven siap bawa ikan dari Indonesia Timur ke Pulau Jawa

rayapos.com - Ikan Indonesia - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat menempatkan Tim Pendamping Desa (TPD) untuk memberdayakan para nelayan agar mampu melakukan budi daya perikanan secara berkelanjutan. - Trenggono dan Steven
Ikan hasil tangkapan nelayan di perairan Indonesia Timur (Foto: rayapos.com)

@Rayapos.com | Jakarta: Trenggono dan Steven. Itulah kedua nama pengusaha besar yang disebutkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, ketika menjelaskan gebrakan yang akan dilakukan oleh keduanya.

Menurut Menteri Susi, Trenggono dan Steven akan menyiapkan lebih dari seratus kapal pengangkut untuk mengangkut ikan dari perairan Indonesia Timur dan membawaya ke Pulau Jawa.

Belum ada penjelasan lengkap siapa Trenggono dan Steven yang dimaksud oleh sang menteri.

Meski demikian, Menteri Susi menegaskan apa yang akan dilakukan kedua pengusaha ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia, khususnya di sektor perikanan.

“Di meja saya ada permohonan Surat Izin Usaha Perikanan baru. Bahkan ada dua pengusaha besar yaitu pak Trenggono dan Pak Steven akan beli ikan dari (Indonesia) Timur, 100 kapal disiapkan,” demikian tegas Menteri Susi di Jakarta, Kamis (6/4).

Menurut Susi, apa yang dilakukan oleh kedua sosok pengusaha misterius tersebut sangat bermanfaat. Pasalnya, di perairan Indonesia Timur sangat melimpah, sementara tidak demikian keadaannya di perairan bagian barat Indonesia.

Menteri Susi juga mengatakan bahwa kebijakan pemerintah yang tegas dalam hal pencurian ikan di perairan nasional, akan menjamim ketersediaan stok ikan di Indonesia Timur akan terjaga. Oleh sebab itu dirinya menyambut baik masuknya swasta dalam sektor ini.

Masalah pasokan dan distribusi ikan menuju sentra pengolahan, kata Susi, masih menjadi masalah besar. Meski begitu, dia tetap berupaya memastikan stok ikan mentah akan naik, mengingat jumlah populasinya yang juga meningkat.

“Tetap harus kami monitor (stok ikan),” demikian Menteri Susi.

BAGIKAN