Mengapa perokok pasif lebih berbahaya?

rayapos.com - Perokok Pasif
Ilustrasi anak perokok pasif (Foto: Ilustrasi)

@Rayapos.com | Jakarta: Menjadi perokok pasif ternyata lebih berbahaya dan mematikan daripada perokok aktif. Hal ini dikarenakan perokok pasif lebih banyak menghirup nikotin, tar dan karbon monoksida yang mengandung amonia yang dihembuskan oleh perokok aktif.

Perokok pasif adalah seseorang yang tidak secara langsung merokok tetapi menghirup asap rokok dari perokok aktif atau orang yang merokok di sekitarnya. Walaupun tidak merokok secara langsung namun perokok pasif turut terkena dampak buruk dari rokok.

Asap rokok yang dihembuskan oleh si perokok mengandung lebih dari 3.000 jenis zat berbahaya, 70 diantaranya menyebabkan kanker.

Asap rokok tidak akan hilang begitu saja dan akan bertahan di dalam sebuah ruangan selama 3 jam meskipun tidak terlihat dan tidak terdeteksi oleh indera penciuman. Semakin sering perokok pasif terpapar asap rokok, maka resiko gangguan kesehatan pun semakin tinggi.

Dikutip dari laman deherba.com, peneliti menemukan  ada 42.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahunnya, termasuk  di antaranya  900 bayi  yang juga menjadi korban terpapar  asap rokok. Selain itu, ada 600.000 orang yang berpotensi meninggal dunia setiap tahunnya, dan menimbulkan  kerugian 6,6 miliar USD akibat berkurangnya produktifitas.

Bahaya asap rokok bagi perokok pasif, di antaranya:

1.Menghambat sistem peredaran darah

Asap rokok yang terhirup dapat mengganggu pembuluh darah dalam tubuh. Akibatnya terjadi penggumpalan darah dan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan stroke.

2.Mengganggu sistem pernapasan

Asap rokok menyebabkan fungsi paru paru menurun. Sama halnya dengan perokok aktif, perokok pasif rentan terkena gangguan paru seperti; asma, ISPA, bronkitis, pneumonia dan risiko terjadinya penyakit paru obstruktif kronik.

3.Menyebabkan kanker

Perokok pasif memiliki resiko tinggi terkena kanker paru-paru apabila sering terpapar asap rokok. Selain kanker paru-paru, asap rokok juga meningkatkan resiko kanker tenggorokan, kanker payudara dan serviks bagi wanita, kanker pankreas dan kandung kemih.

4.Pada Anak-anak

Anak-anak yang menghirup asap rokok beresiko terserang penyakit seperti; asma, pilek, infeksi pernapasan atau bronkitis, alergi, meningitis dan sindrom kematian mendadak pada bayi.

5.Pada Ibu hamil

Wanita hamil yang dalam masa kehamilannya terpapar asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata.

 

Menghindari  asap rokok di tempat umum memang  tidak mudah. Oleh karenanya, Anda yang hendak bepergian ke tempat umum, usahakan untuk memilih tempat atau area non-smoking yang terbebas dari asap rokok.

Dan bagi Anda perokok pasif, jangan pernah segan untuk meminta dengan sopan dan mengingatkan kepada perokok aktif untuk tidak merokok ketika bersama Anda.  Jika hal ini tidak berhasil, Anda bisa menjauh agar tidak menghirup asap rokoknya.

BAGIKAN