Mahmud : saatnya hentikan subsidi ke Express Air

@Rayapos.com | Ambon: Selang 8 tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel) membangun kerjasama dengan Express Air membuka rute penerbangan Ternate-Labuha.

Namun, seiring berjalannya waktu, tingginya animo masyarakat menggunakan layanan jasa maskapai penerbangan dimaksud, menyebabkan DPRD Kabupaten Halsel meminta Pemkab Halsel tidak lagi memperpanjang subsidi kepada maskapai tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Halsel, Gufran Mahmud, saat dikonfirmasi wartawan, di Ternate, Selasa (21/3).

”Kami meminta Pemkab Halsel tidak lagi mensubsidi maskapai Express Air karena masyarakat di daerah ini telah menggunakan jasa penerbangan tersebut cenderung tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini kontrak antara Pemkab Halsel-Express Air sudah berakhir.

Karenanya, pihaknya mendesak agar kontrak dimaksud tidak diperpanjang lagi.

Dalam batang tubuh APBD Halsel 2017, jelasnya, telah dianggarkan untuk subsidi transportasi laut dan udara, termasuk didalamnya maskapai Express Air.

Namun, diakuinya tidak mengetahui detail nilai anggarannya.

Subsidi untuk transportasi di Halsel lebih dari Rp 1 milyar.

Mirisnya, walaupun sudah disubsidi Pemkab Pemkab Halsel, ternyata tiket pesawat yang ditetapkan maskapai dimaksud justru lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai lain.

”Harga tiketnya saja sampai Rp 500.000/penumpang. Lebih mahal dibandingkan tiket pesawat dari Ternate ke Manado, Sulawesi Utara” jelasnya.

Ditambahkannya, pihaknya mendesak agar Pemkab Halsel segera meninjau kembali subsidi kepada maskapai tersebut, bila perlu menghentikannya.

”Kita akan evaluasi dan pada pembahasan APBD Perubahan nanti dengan mendesak minta untuk tidak lagi dianggarkan,” timpalnya.

Sebelumnya, Aktivitas penerbangan Ekpress Air rute Ternate-Labuha, sempat terhentikan dikarenakan berakhirnya kontrak kerjasama.

Namun, Sekretaris Pemkab Halsel, Helmi Surya Botutihe, menyampaikan bahwa maskapai Express Air beroperasi kembali pada 14 Maret 2017 kemarin.

BAGIKAN