KLHK RI tinjau lokasi penyulingan merkuri dan air raksa

@Rayapos.com | Ambon: Pasca penangkapan 2 damtruk bermuatan batu sinabar, aparat keamanan kembali menemukan lokasi penyulingan merkuri dan air raksa yang berlokasi di RT003/RW016 Dusun Ahuru Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Kamis (20/4).

Penemuan lokasi penyulingan pengolahan bahan kimia merkuri dan air raksa ini berkat adanya penggerebekan oleh aparat intel gabungan Polres P.Ambon dan Pp.Lease bersama dengan Denintel  Kodam XVI Pattimura.

Peninjauan lokasi dimaksud, Jumat (21/4), dipimpim oleh Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo beserta jajarannya, Kepala Seksi II Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Dirjen Balai Pengaman dan Penegakan Hukum Wilayah Maluku dan Papua Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Yosef Nong,SH, juga didampingi Kapolsek Sirimau, AKP Meity Jacobis.

Di lokasi tersebut, ditemui alat bukti berupa ketel penyulingan dilengkapi tungku penyuling beserta beberapa karung arang yang digunakan pelaku dalam melakukan proses penyulingan Merkuri dan Air Raksa.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Nong mengakui pihaknya baru menerima laporan dari Pangdam XVI/Pattimura Kamis malam, langsung meninjau lokasi penyulingan pada Jumat (21/4).

”Untuk Remkomendasi lanjutannya, pihak Kementerian KLHK baru menerima laporannya tadi malam. Jadi sekarang kami selaku perwakilan Kementerian KLHK turun melihat secara langsung lokasinya dengan Pak Panglima untuk mendapatkan informasi detailnya, yang mana hal ini direspon baik oleh Pangdam XIV Pattimura dengan melihat langsung TKPnya. Setelah itu besok lusa pihak Kementerian KLHK akan menurunkan Tim Penyidik untuk melakukan proses awal penyidikan,” ujarnya.

Proses penyidikan, jelasnya, dimulai dari lokasi dan proses penyulingan, serta dampak dari proses penyulingan bahan kimia merkuri dan air raksa ini bagi lingkungan sekitar.

”Untuk rantai penyidikan yang akan dilakukan Tim Penyidik yang akan diturunkan oleh Kementerian KLHK RI dimulai dari ijin lokasi yang dipakai untuk proses penyulingan merkuri dan air raksa, juga dampak yang ditimbulkan dari proses pembakaran untuk penyulingan merkuri dan air raksa. Memang secara umum kita ketahui detail soal pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari pengolahan penyulingan merkuri dan air raksa tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya akan menggandeng Direktorak Reserse Kriminal Khusus (Diteskrimsus) Polda Maluku, mengingat semua Koordinator  Pengawasan (Korwas) berada langsung di bawah lembaga dimaksud.

”Untuk proses penydidkan Tim Penyidik Kementerian KLHK bisa melakukannya sendiri. Namun bila pelakunya banyak, berarti Tim Penyidik Kementerian KLHK RI akan menggandeng Reskrimsus Polda Maluku untuk bersama-sama dalam proses penyidikan. Memang selama ini pihak Kementerian KLHK telah bekerja sama dengan pihak Polda Maluku. Sehingga bagaimanapun Korwas ada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitReskrimsus) Polda Maluku. Yang mana untuk penemuan pengolahan dan penyulingan Merkuri dan Air Raksa ini merupakan yang pertama kali ditemukan oleh Kementerian KLHK di Provinsi Maluku dengan bahan dasar pengolahannya dari batu sinabar,” pungkasnya.

BAGIKAN