I Wayan Sudirta: Akan ada waktunya bongkar rekayasa politik kasus Ahok

rayapos.com - I Wayan Sudirta
I Wayan Dipta, salah satu Tim Kuasa Hukum Ahok (Foto: Rayapos/ARF18)

@Rayapos.com| Jakarta: Salah seorang tim advokasi Bhinneka Tunggal Ika, I Wayan Sudirta mengatakan, akan ada saatnya membongkar rekayasa politik kasus yang menimpa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Seperti diketahui, sidang kasus perkara penistaan agama sudah sampai pada episode ke 20 dan akan kembali digelar pada Selasa (25/4/2017) dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau Pledoi.

“Akan ada saatnya yang membuka kasus ini. Siapa yang merekayasa kasus. Ini rekayasa luar biasa karena Ahok gak bisa dikalahkan dengan kompetisi biasa, tapi Ahok dikalahkan dengan politik,” kata I Wayan Sudirta, di gedung Proklamasi, Jumat (21/4).

“Kalau persiapan ini sudah sampai tahap ketiga. Draft satu, dua sudah dikerjakan, dan hari ini yang ketiga. Nanti satu hari menjelang sidang akan ada draft keempat,” sambungnya.

Wayan mengungkapkan, ia turut menyesal atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Ahok dengan 1 tahun dalam masa percobaan 2 tahun. Menurutnya, tuntutan JPU dipenuhi oleh rasa keraguan.

“Kesalahan JPU karena tidak menuntut bebas. Padahal sudah tidak ada pembuktian. Di sini ambigu dan ada keraguan dalam menuntut Ahok, karena itu penasihat hukum akan melakukan pembelaan melalui Pleidoi. Rasa keadilannya tidak ada, padahal Ahok terbukti tidak melakukan penodaan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Wayan menilai, kasus Ahok dalam persidangan ini 99 persen kasus sarat politik yang terbungkus oleh hukum.

Seperti diketahui, sidang kasus dugaan penistaan agama atas terdakwa Ahok akan digelar Selasa (25/4) pekan depan. Pada persidangan, penasihat hukum Ahok akan membacakan nota pembelaan (Pledoi).

BAGIKAN