Hattu : Teror bom, upaya ganggu kamtibmas Maluku

@Rayapos.com | Ambon: Lagi-lagi orang tak dikenal (OTK) berupaya mengganggu stabilitas maupun kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang sudah terjaga selama ini di Maluku.

Meskipun insiden pelemparan bom oleh OTK di Desa Waisamu Kecamatan Kairatu (SBB) dan perbatasan Negeri Porto-Haria (Malteng) tidak menimbulkan korban jiwa, tetap saja mengundang perhatian masyarakat.

Insiden itu dinilai sebagai suatu upaya untuk mengganggu kembali stabilitas daerah yang sudah tercipta dan selalu dijaga secara bersama-sama, baik oleh sesama warga maupun oleh aparat keamanan.

Hal ini disampaikan anggota DPRD Maluku, Herman Hattu,SH, kepada waratwan, di Ambon, Jumat (21/4).

”Saya menganalisa, peristiwa yang terjadi dalam waktu bersamaan pada dua tempat berbeda ini multidimensi dan bukan tidak mungkin ada pihak tertentu yang melakukannya secara coba-coba saja,” ujarnya.

Menurutnya, insiden dimaksud tidak berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada serentak di SBB dan Malteng, mengingat sudah ada penetapan KPU dan tinggal menunggu waktu pelantikannya.

Maluku sendiri, jelasnya, masa depannya cukup menjanjikan, karena bermodalkan potensi kekayaan alam berupa hasil tambang, sumber daya hayati laut dan hutan maupun pariwisata.

”Potensi ini akan menjadi perhatian pemilik modal untuk berinvestasi dengan persyaratan situasi Kamtibmas harus terjaga. Sehingga, teror bom yang terjadi merupakan sebuah upaya provokasi untuk membuat situasi keamanan menjadi terganggu,” jelasnya.

Konflik kemanusiaan di Maluku belasan tahun silam, tegasnya, membuktikan tidak ada investor yang masuk ke sini.

Namun setelah situasi sudah aman, justru masih ada oknum tertentu yang sengaja menebarkan teror, mengindikasikan wilayah ini masih tidak aman.

Di Pulau Saparua, tambahnya, merupakan daerah dengan potensi konflik, dimana Negeri Haria dan Porto merupakan negeri yang paling sering bertikai.

Namun, atas aksi teror dimaksud, timpalnya, bukan dilakukan masyarakat biasa.

”Menjaga situasi Kamtibmas tetap terpelihara bukan saja menjadi tugas aparat kepolisian, tetapi semua pihak terkait bersama masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi,” pungkasnya.

BAGIKAN