Hasto Kristiyanto: Kader PDIP Yang Terlibat Skandal E-KTP Menyatakan Nama Mereka Dicatut

rayapos.com - Hasto Kristiyanto
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristianto (Foto: Istimewa)

@Rayapos | Jakarta: Beberapa politisi PDI Perjuangan yang masuk dalam daftar penerima uang mega skandal korupsi. Mereka adalah Olly Dondokambey, dahulu Ketua Bandan Anggaran (Banggar DPR RI) dan kini menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, serta Yasonna Laoly, mantan anggota Komisi II DPR RI dan kini sebagai Menteri Hukum dan HAM.

Selain itu, masih ada Ganjar Pranowo yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dan kemudian ada kader banteng lainnya Arief Wibowo.

Menanggapi hal tersebut, PDI Perjuangan melalui Sekjen Hasto Kristiyanto menegaskan keyakinannya bahwa kedua nama rekannya tersebut telah dicatut.

Hasto berkaca pada sikap PDIP yang menolak keras pengadaan E-KTP karena dinilai berpotensi menjadi ajang bagi-bagi duit alias korupsi. Tidak hanya itu saja, Hasto juga menekankan bahwa di rentang waktu 2011-2012, PDIP menempatkan diri sebagai oposisi pemerintah.

Saat itu, Partai Demokrat menjadi penguasa ketika Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden.

Sementara itu, ketidaksetujuan PDIP akan proyek E-KTP juga sudah digaungkan oleh Ketua Umum Partai Megawati Soekarnoputri, yang menurut Hasto lebih setuju dengan sistem basis data yang telah dimiliki.

“Dengan integrasi data kependudukan, data perpajakan, BKKBN, semua integrasi jadi satu. Bukan proyek seperti e-KTP tersebut sehingga terhadap berbagai isu ada kader kami yang terlibat tentu partai melakukan klarifikasi,” katanya di Jakarta, Kamis (9/3).

Meski demikian, Hasto menegaskan bahwa dirinya dan juga PDIP mendukung haluan anti korupsi dan menyatakan siapapun yang terbukti terlibat harus diberikan sanksi tegas.

“Siapa pun yang menyalahgunakan kekuasaan akan diberikan sanksi tegas oleh partai. Kami sudah klarifikasi kepada pak Ganjar, Pak Arief dan Pak Laoly, yang bersangkutan menyatakan namanya dicatut sehingga biar pengadilan yang membuktikan,” pungkas Hasto.

 

BAGIKAN