Farhat Abbas penuhi panggilan KPK

Farhat Abbas saat mendampingi Elza Syarif di KPK, Senin, 17/4/2017 (FOTO: Kompas)

@Rayapos.com|Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami  perkara  korupsi  E-KTP yang melibatkanpolitisi Partai Hanura, Miryam  S Haryani.  Hari ini, penyidik KPK memanggil pengacara  Farhat Abbas  untuk diperiksa sebagai saksi  terkait kasus pemberian keterangan palsu dengan tersangka Miryam S Haryani.

Menurut  Kabiro Humas KPK Febri Diansyah , selain Farhat, penyidik KPK juga memanggil adik Andi Narogong, Vidi Gunawan, dan Kepala Seksi Biodata NIK dan Kartu Keluarga Direktorat Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil Diah Anggraini. Ketiganya akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk Miryam.

“Ketiganya diperiksa sebagai saksi atas tersangka MSH (Miryam S Haryani),” ujar  Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017).

KPK menetapkan Miryam S Haryani sebagai tersangka dugaan memberi keterangan palsu pada Rabu (5/4) lalu. Atas perbuatannya itu, Miryam disangkakan dengan Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, KPK memanggil pengacara Elza Syarief terkait kasus itu. Elza mengakui adanya pertemuan dengan Miryam di kantornya bersama pengacara bernama Anton Taufik. Elza juga melihat kertas berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam yang sudah dicoret-coret.

Namun Elza mengaku tidak mengetahui siapa yang mencoret-coret BAP tersebut. Dia juga tak tahu maksud kedatangan Anton Taufik bersamaan dengan Miryam ke kantornya.

Saat itu, Elza didampingi Farhat yang menyebut inisial SN dan RA sebagai politikus yang menekan Miryam terkait sidang perkara dugaan korupsi e-KTP. Farhat menyebut Miryam diminta memberikan keterangan palsu oleh kedua orang politikus tersebut.

“Pemeriksaan lalu, ibu Elza dikejar yang dikejar itu termasuk petinggi juga inisial SN dan RA orang yang dianggap mengatur merupakan petinggi partai juga bekerja sebagai asisten,” kata Farhat.

Namun Farhat menolak menyebut nama lengkap dari inisial SN dan RA yang disebutkan. Menurut Farhat, SN dan RA menyuruh orang lain untuk menekan Miryam.

“Tapi untuk lebih lengkap kita nggak berani menyebutkan nama. Tapi ibu (Elza) dikejar bahwa ke peristiwa itu dilakukan oleh suruhan orang yang berinisial SN dan RA,” kata Farhat.

BAGIKAN